Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Arang Itu Jikalau Dibasuh Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Putih

Arti Peribahasa Arang Itu Jikalau Dibasuh Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Putih

Arti Peribahasa Arang Itu Jikalau Dibasuh Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Putih

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Arang Itu Jikalau Dibasuh Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Putih

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih

Tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

Kesimpulan

Arti peribahasa arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sedikit Kerja Banyak Beruntung

Kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari
Artinya : Kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal yang tidak baik

Asal besi pengapak kayu, asal emas menjadi penduk
Artinya : Derajat seseorang dapat ditentukan dari perilaku/perangainya. (penduk = salut sarung keris)

Anak kucing menjadi harimau
Artinya :

  1. Orang miskin yang menjadi kaya
  2. rakyat biasa yang memiliki jabatan/pangkat tinggi dalam pemerintahan/organisasi.

Kuat tertawa koyak bibir
Artinya : Bersuka-ria berlebihan yang akhirnya mendatangkan kesusahan/malapetaka.

Bagai menampung air dengan limas pesuk
Artinya : Orang yang tidak dapat diberi ajaran atau nasihat. (limas = takir) (pesuk = berlubang)

Sudah gaharu cendana pula sudah tahu bertanya pula
Artinya : Pura-pura tidak tahu

Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk hati dikelokkan
Artinya : Orang yang sedang berusaha mencari pekerjaan dengan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Harimau puntung kena penjara, pelanduk kecil menolakkan mara
Artinya : Ada kalanya kesusahan/kesulitan yang dialami oleh orang besar/berkuasa akan ditolong oleh orang kecil/rendahan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Di Mana Tanah Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

Padi sekapuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang
Artinya : Seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

Adat teluk timbunan kapal
Artinya : Biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)

Angus tiada berapi, karam tiada berair
Artinya : Menderita kesusahan karena kematian atau kehilangan kekasih. (angus = hangus)

Sepantun elang dengan ayam, lambat laun disambar jua
Artinya : Laki-laki dan perempuan hendaknya tidak bergaul secara bebas, karena pada akhirnya pasti akan menimbulkan suatu permasalahan.

Terkena luluk kandang kering
Artinya : Mendapatkan bencana/kesulitan pada peristiwa yang tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.

Durian seambung dengan timun
Artinya : Jika orang kuat dan jahat berhimpun/berkumpul dengan orang yang lemah dan baik, maka niscaya binasalah orang yang lemah dan baik itu.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ikut Hati Mati, Ikut Rasa Binasa

Terpeluk di batang dedap
Artinya :

  1. Malang
  2. Sial

Usul menunjukkan asal
Artinya :

  1. Kelakuan (budi bahasa) seseorang menunjukkan asal keturunannya
  2. Dari tingkah laku (tabiat) dapat kita ketahui asalnya (tinggi rendahnya derajat dan sebagainya)

Bagai anak sepat ketohoran
Artinya : Berbaring bermalas saja

Bagai hantu makan dedak
Artinya : Bersungut-sungut (menggerutu) tanpa sebab.

Dalam rumah membuat rumah
Artinya : Mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain

Ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan
Artinya : Bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Arang Itu Jikalau Dibasuh Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Putih”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *