Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Ada Aku Dipandang Hadap, Tiada Aku Dipandang Belakang

Arti Peribahasa Ada Aku Dipandang Hadap, Tiada Aku Dipandang Belakang

Arti Peribahasa Ada Aku Dipandang Hadap, Tiada Aku Dipandang Belakang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ada Aku Dipandang Hadap, Tiada Aku Dipandang Belakang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang

Kasih sayang hanya pada waktu bertemu saja, setelah berjauhan lalu dilupakan.

Kesimpulan

Arti peribahasa ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang adalah kasih sayang hanya pada waktu bertemu saja, setelah berjauhan lalu dilupakan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Cencang dua segerai
Artinya : Sekali jalan dua pekerjaan selesai

Bagai air itik ke batu
Artinya : Lemah dan lesu tanpa penyakit.

Bagai jawi ditarik keluan
Artinya : Menurut saja (karena tidak dapat melawan)

Asal menugal adalah benih
Artinya : Setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)

Patah sayap bertongkat paruh
Artinya : Tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya

Berkandilkan bulan
Artinya : Tidak memiliki rumah/tempat tinggal.

Lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
Artinya : Orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong

Habis akal baru tawakal
Artinya : Berserah diri kepada Tuhan sesudah tiada lagi ikhtiar/daya/upaya untuk dilakukan.

Naik di janjang, turun di tangga
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan menurut aturan.

Kasturi mati karena baunya
Artinya : Mendapatkan malapetaka karena kelebihannya.

Ikhtiar menjalani untung menyudahi
Artinya : Orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)

Meminta tanduk kepada kuda
Artinya : Menghendaki sesuatu yang tidak mungkin didapat

Seorang makan cempedak, semua kena getahnya
Artinya : Seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga

Berkotakan bernegerikan, berkubukan betis
Artinya : Mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)

Terjual Terbeli
Artinya : Apa yang disuruhkan kepada orang lain, hendaknya dapat dikerjakan sendiri juga

Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya
Artinya : Kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya

Mata tidur, bantal terjaga
Artinya : Seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya

Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam
Artinya : Berita buruk yang ditutup-tutupi, kelak akan tersiar juga.

Jauh boleh ditunjukkan, dekat boleh dikakukkan
Artinya : Kebenaran dari suatu perkataan yang diucapkan bisa diuji karena ada tanda buktinya. (dikakuk = dipegang)

Hutang samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula
Artinya : Hutang yang dulu belum dibayar, tetapi sekarang berhutang lagi. (kajang =benda yang dianyam dari daun nipah)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ada Aku Dipandang Hadap, Tiada Aku Dipandang Belakang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *