Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Adat Hidup Sandar-menyandar

Arti Peribahasa Adat Hidup Sandar-menyandar

Arti Peribahasa Adat Hidup Sandar-menyandar

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Adat Hidup Sandar-menyandar

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Adat hidup sandar-menyandar

Setiap orang memiliki kewajiban untuk saling topang-menopang di setiap permasalahan yang dialami.

Kesimpulan

Arti peribahasa adat hidup sandar-menyandar adalah setiap orang memiliki kewajiban untuk saling topang-menopang di setiap permasalahan yang dialami.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa adat hidup sandar-menyandar, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Itik mendapat air
Artinya : Memperoleh sesuatu yang sangat digemarinya.

Yang disangka tidak menjadi, yang diam boleh ke dia
Artinya : Lain yang berikhtiar, lain pula yang mendapatkan hasilnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lain Teringat Lain Disebut, Bertukar Angguk Dengan Ilallah

Banyak orang banyak ragam nya
Artinya : Tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri

Anak kunci jahat, peti durhaka
Artinya : Suami yang jahat lambat-laun akan ditentang oleh isterinya.

Bayang-bayang sepanjang badan
Artinya : Tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dan sebagainya)

Seperti orang mabuk gadung
Artinya : Lemah karena kehabisan tenaga.

Memasang pelita tengah hari
Artinya : Menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi

Bagai harimau beranak muda
Artinya : Perempuan yang terlalu bengis.

Tohok tunggang ke buruh ke bawah
Artinya : Mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya

Ada angin, ada pokoknya
Artinya : Segala sesuatu pastilah ada asal mulanya. (pokoknya = pohonnya)

Tangan mencencang memetik, menetak bahu memikul
Artinya : Siapa yang salah harus menanggung hukuman

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Rambut Dibelah Tujuh Seribu

Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu
Artinya : Isi hati orang lain sulit untuk ditebak

Bagai ara hanyut
Artinya : Saling menolong satu sama lain.

Punggur rebah, belatuk menumpang mati
Artinya :

  1. Bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya
  2. Jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

Berjanjang naik, bertangga turun
Artinya :

  1. Menurut derajat dan kedudukan masing-masing
  2. Menurut aturan yang lazim berlaku

Bawa resmi padi, makin berisi makin tunduk
Artinya : Semakin banyak ilmu (makin tinggi pangkat) semakin merendah/tidak sombong.

Air dicencang tiada putus
Artinya : Dua orang bersaudara/bersahabat yang tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seiring Bertukar Jalan, Sekadang Tidak Sebau

Bangkai gajah busuk di hutan hendak ditanam, pekung di kaki sendiri dibiarkan meroyak
Artinya : Keburukan orang lain hendak ditutup-tutupi, tetapi keburukan sendiri dibiarkan terdedah/tersingkap. (meroyak = merambat ke kiri dan ke kanan)

Utang biduk belum langsai, utang pengayuh datang pula
Artinya : Hutang yang dulu/sebelumnya belum dibayar, tetapi kini sudah berhutang lagi.

Yang merah saga, yang kurik kundi
Artinya : Yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Adat Hidup Sandar-menyandar”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *