Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Adat Rimba Raya, Siapa Berani Ditaati

Arti Peribahasa Adat Rimba Raya, Siapa Berani Ditaati

Arti Peribahasa Adat Rimba Raya, Siapa Berani Ditaati

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Adat Rimba Raya, Siapa Berani Ditaati

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Adat rimba raya, siapa berani ditaati

Orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.

Kesimpulan

Arti peribahasa adat rimba raya, siapa berani ditaati adalah orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa adat rimba raya, siapa berani ditaati, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Lurah dituruni, bukit didaki
Artinya :

  1. Gigih
  2. tak mengenal lelah
  3. azam/cita-cita yang kuat.
Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Intan Itu Jika Terbenam Di Pelimbahan Sekalipun, Tiada Akan Hilang Cahayanya

Bajak patah banting terambau
Artinya : Menderita kecelakaan bertimpa-timpa

Bakar tidak berbau
Artinya : Maksud jahat yang tersembunyi

Umpat dan puji tiada bercerai
Artinya : Waspadalah ketika menerima umpatan maupun pujian.

Lemukut di tepi gantang
Artinya : Sesuatu yang sangat tidak dihargai.

Tumbuk tanak terserah kepada badan seorang
Artinya : Berusaha untuk hidup mandiri, walaupun banyak orang yang menawarkan pertolongan.

Tak emas bungkal diasah
Artinya : Segala daya/upaya akan dilakukan asalkan cita-citanya tercapai.

Bagai diiris sembilu
Artinya : Pedih sekali.

Berkayuh sambil bertimba
Artinya : Sekali melakukan pekerjaan, dua-tiga maksud dapat tercapai.

Kambing di parak panjang janggutnya, hati enggan banyak jawabnya
Artinya : Orang yang enggan untuk disuruh, tentulah banyak dalihnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kalau Alang-kepalang Biarlah Jangan

Dari semak ke belukar
Artinya :

  1. Meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapatkan yang buruk pula
  2. Sama saja halnya

Walau ikan diam di dalam tujuh lautan sekalipun, termasuk ke dalam pukat juga
Artinya : Sepandai-pandainya seseorang, ada kalanya ia akan berbuat salah juga.

Tempat makan jangan dibenahi
Artinya :

  1. Kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang
  2. Jangan berbuat jahat kpd orang yang berlaku baik kpd kita

Kecil hutang diangsur, habis hutang dibayar
Artinya : Pekerjaan yang besar dan berat jika dikerjakan sedikit demi sedikit niscaya akan berkurang bebannya, apalagi kalau dapat diselesaikan sekaligus.

Belum duduk belunjur dulu
Artinya : Sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yang dikehendaki

Belut jatuh ke lumpur
Artinya : Merasa sangat senang.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Terkilat Ikan Dalam Air, Tahu Jantan Atau Betina

Tuah sebesar bukit, celaka sebesar gunung
Artinya : Memiliki kepandaian, tetapi tidak bekerja, sehingga susah juga kehidupannya.

Lembah diraih, pantai dititi
Artinya : Sikap yang bijaksana dalam mengeluarkan suatu perintah. (raih = tarik)

Apalah daya ajal telah menjemput
Artinya : Hal yang tak bisa dipungkiri karena takdir.

Padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati
Artinya : Kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Adat Rimba Raya, Siapa Berani Ditaati”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *