Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Air Laut Hijau Siapa Celup?

Arti Peribahasa Air Laut Hijau Siapa Celup?

Arti Peribahasa Air Laut Hijau Siapa Celup?

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Air Laut Hijau Siapa Celup?

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Air laut hijau siapa celup?

Kemegahan tidak perlu digembor-gemborkan.

Kesimpulan

Arti peribahasa air laut hijau siapa celup? adalah kemegahan tidak perlu digembor-gemborkan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa air laut hijau siapa celup?, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Se hina semalu
Artinya :

  1. Seia sekata
  2. Senasib

Mati-mati minyak biar licin
Artinya : Setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Dahulu Timah, Sekarang Besi

Sudah biasa makan kerak
Artinya : Sudah biasa mengalami kesukaran

Rezeki jangan ditolak, musuh jangan dicari
Artinya : Jika mendapatkan suatu keuntungan (yang halal) sebaiknya jangan disia-siakan, dan jika ingin hidup dengan damai sebaiknya jangan mencari lawan.

Mengajar orang tua makan dadih
Artinya : Mengajar orang yang lebih pandai

Menohok kawan seiring
Artinya : Mencelakakan kawan sendiri

Bersua alur nya,
Artinya :

  1. Sesuai benar
  2. Cocok

Niat hati nak getah bayan, sudah tergetah burung serindit
Artinya : Yang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.

Seperti api makan lalang kering, tidak dapat dipadamkan
Artinya :

  1. Karena kesalahan orang lain, diri sendiri menjadi korban
  2. suatu permasalahan yang disulut dengan permasalahan lain, hingga tidak dapat diselesaikan.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Cencang Air Tidak Putus, Pancung Abu Tak Berbekas

Pahit dahulu, manis kemudian
Artinya : Hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)

Sesal pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
Artinya : Pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)

Baik berjagung-jagung sementara padi belum masak
Artinya : Lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan

Seperti baranak besar, hidung dikeluani
Artinya : Seseorang yang selalu memamerkan barang yang diperolehnya.

Sayang akan baju, badan binasa
Artinya : Karena terlalu sayang terhadap keluarga/kerabatnya, ia mendapatkan musibah.

Telah dijual, maka dibeli
Artinya :

  1. Pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu
  2. Pikirkan dahulu masak-masak sebelum sesuatu dikerjakan

Bagai ayam si tombong, kokok berderai-derai, ekor bergelumang tahi
Artinya : Seseorang yang cara bicaranya tinggi, tetapi hidupnya dalam kemelaratan. (tombong = sombong)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jika Kepalanya Ular, Takkan Ekornya Belut

Salah lebur sama binasa
Artinya : Selalu seia sekata, senasib sepenanggungan, dan sehidup semati.

Selangkas betik berbuah
Artinya : Waktu yang singkat

Angguk bukan, geleng ia
Artinya : Lain di mulut lain di hati

Terkatung-katung bagai biduk patah kemudi
Artinya : Orang yang sedang membutuhkan pertolongan namun tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Air Laut Hijau Siapa Celup?”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *