Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Air Orang Disauk, Ranting Orang Dipatah, Adat Orang Diturut

Arti Peribahasa Air Orang Disauk, Ranting Orang Dipatah, Adat Orang Diturut

Arti Peribahasa Air Orang Disauk, Ranting Orang Dipatah, Adat Orang Diturut

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Air Orang Disauk, Ranting Orang Dipatah, Adat Orang Diturut

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut

Hendaklah patuh terhadap undang-undang di negeri yang kita tinggali.

Kesimpulan

Arti peribahasa air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut adalah hendaklah patuh terhadap undang-undang di negeri yang kita tinggali.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Upas Berulam Racun

Hujan jatuh ke pasir
Artinya : Kebaikan yang tidak terbalas

Luka sudah hilang, parutnya tinggal juga
Artinya : Orang yang berselisih meskipun sudah berdamai, tetapi kenangan-kenangannya masih teringat juga.

Laksana buah masak lum, dihinggut perdu luruh sendiri
Artinya : Orang tua yang sudah uzur sewaktu-waktu mungkin akan mendapatkan sakit keras. (lum = ranum)

Macam betung seruas
Artinya :

  1. Terlalu jujur
  2. lurus hati.

Tangan mencencang bahu memikul
Artinya :

  1. Siapa yang bersalah harus dihukum
  2. Perbuatan jahat harus diberi hukuman yang setimpal

Sebab buah dikenal pohonnya
Artinya : Dari perbuatan atau perangai seseorang dapat diketahui asalnya

Berkelahi dalam kepuk
Artinya : Hal yang sukar diselesaikan

Laut datang memunggah mutiara
Artinya : Orang pandai/bijaksana yang datang mengajarkan ilmu yang berguna kepada kita.

Takut akan kutu dibuang kain
Artinya : Takut akan bahaya yang kecil, lalu membuang keuntungan yang besar yang mungkin diperoleh.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lemak Manis Pada Dialah, Pahit Maung Pada Orang

Pencarak benak orang
Artinya : Orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim

Seperti gadis sudah berlaki
Artinya : Anak perawan yang tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dan sebagainya)

Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai
Artinya : Seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil

Malu tercoreng di kening dahi
Artinya : Mendapat malu besar

Lamun ada ubi, ubi, tiada ubi, gadung jadilah
Artinya : Jika terpaksa, barang yang kurang baik pun dapat dipergunakan juga.

Ucap habis niat sampai
Artinya : Semua yang dikatakan langsung dilaksanakan

Ikannya belum dapat, airnya sudah keruh
Artinya : Perbuatan/tindakan yang tidak bijaksana.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tidak Dapat Menaruh Muka

Air tawar secawan dituangkan ke dalam laut takkan dapat menghilangkan asinnya
Artinya : Pertolongan yang sedikit tidak dapat meringankan beban kesengsaraan yang besar.

Besar bungkus tak berisi tong kosong nyaring bunyinya
Artinya : Orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada

Lain padang lain belalang
Artinya : Tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya

Habis sampan kerong-kerong tak dapat
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Air Orang Disauk, Ranting Orang Dipatah, Adat Orang Diturut”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *