Info Pendidikan Terbaru Peribahasa 2 Arti Peribahasa Air Sama Air Menjadi Satu, Sampah Ke Tepi Juga

2 Arti Peribahasa Air Sama Air Menjadi Satu, Sampah Ke Tepi Juga

Arti Peribahasa Air Sama Air Menjadi Satu, Sampah Ke Tepi Juga

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Air Sama Air Menjadi Satu, Sampah Ke Tepi Juga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Air sama air menjadi satu, sampah ke tepi juga

  1. Sebaiknya jangan ikut campur dalam perselisihan orang bersaudara/bersahabat, apabila mereka kembali berbaikan, kita akan disisihkan
  2. melakukan sesuatu yang sia-sia.

Kesimpulan

Arti peribahasa air sama air menjadi satu, sampah ke tepi juga adalah sebaiknya jangan ikut campur dalam perselisihan orang bersaudara/bersahabat, apabila mereka kembali berbaikan, kita akan disisihkan; melakukan sesuatu yang sia-sia.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hulu Malang Pangkal Celaka

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa air sama air menjadi satu, sampah ke tepi juga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan
Artinya : Segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak

Adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu
Artinya : Dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu

Jauh di mata di hati jangan
Artinya : Biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan

Dalam menyelam, cetek bertimba
Artinya : Penghasilan yang dipadakan/dicukupkan.

Anak sungai lagi berubah, inikan pula hati orang
Artinya : Pendirian yang tidak tetap.

Didengar ada, dipakai tidak
Artinya : Nasihat yang sia-sia.

Kerbau kandang, emas berpura
Artinya : Harta benda haruslah disimpan dengan baik di tempatnya masing-masing.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Laksana Jentayu Menantikan Hujan

Kera memanjat pohon, kura-kura pun hendak memanjat pula
Artinya : Hendak meniru untuk melakukan pekerjaan orang lain yang mustahil dapat dilakukan olehnya.

Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba
Artinya : Segala sesuatu tidak selesai sekaligus melainkan berangsur-angsur.

Terpaut bertali, teerlambang berlantak
Artinya : Adat istiadat yang sudah mendarah daging di masyarakat.

Tak ada air talang dipancung
Artinya : Berusaha dengan segala cara untuk mencapai maksud/tujuan.

Gajah mati karena gadingnya
Artinya : Orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulan (tabiatnya atau perbuatannya)

Dalam rumah membuat rumah
Artinya : Mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain

Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni
Artinya : Bersahabat sehidup semati

Tali jangan putus, kaitan jangan rekah
Artinya : Perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sampan Upih Berdayung Bilah

Tempayan tertiarap dalam air
Artinya : Orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)

Diidam seperti babi lemak
Artinya : Dendam yang tak berujung. (diidam = menaruh dendam)

Segar dipakai, layu dibuang
Artinya : Sesuatu yang dihargai hanya pada waktu baik (bagus) saja

Beroja berpegang ekor
Artinya : Kepercayaan yang setengah hati/tanggung. (beroja = menggalaki)

Telah penuh sebagai kesabaran
Artinya : Habis kesabaran

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Air Sama Air Menjadi Satu, Sampah Ke Tepi Juga”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *