Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Akan Mengaji, Suratlah Hilang, Akan Bertanya, Gurulah Mati

Arti Peribahasa Akan Mengaji, Suratlah Hilang, Akan Bertanya, Gurulah Mati

Arti Peribahasa Akan Mengaji, Suratlah Hilang, Akan Bertanya, Gurulah Mati

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Akan Mengaji, Suratlah Hilang, Akan Bertanya, Gurulah Mati

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Akan mengaji, suratlah hilang, akan bertanya, gurulah mati

Orang yang berada dalam keadaan serba salah.

Kesimpulan

Arti peribahasa akan mengaji, suratlah hilang, akan bertanya, gurulah mati adalah orang yang berada dalam keadaan serba salah.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa akan mengaji, suratlah hilang, akan bertanya, gurulah mati, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bagai belut diregang
Artinya : Seseorang yang tinggi kurus

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kelihatan Asam Kelatnya

Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai
Artinya :

  1. Seia sekata
  2. Sehina semalu
  3. Bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Bulu mata bagai seraut jatuh
Artinya : Alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus

Katak ditimpa kemarau
Artinya : Berkeluh kesah tanpa keruan/tidak tentu.

Hulu mujur pandai bertengkar, hulu baik pandai memakai
Artinya : Orang yang pandai menempatkan diri dalam pergaulan, selalu selamat dan disukai banyak orang. (hulu mujur = pangkat untung)

Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat dikendalikan
Artinya : Orang yang jauh dari negeri tempat asalnya dan bertindak semaunya tanpa mau mendengarkan nasihat dari keluarganya.

Delapan tapak bayang-bayang
Artinya : Alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Jauh dari mata jauhlah dari hati
Artinya : Hilang rasa kasih sayang setelah hidup berjauhan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bergaduk Diri, Saku-Saku Diterbangkan Angin

Menyeladang bagai panas di padang
Artinya : Suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

Hendak menebang merebahkan, hendak mencencang memutuskan
Artinya : Hendak berbuat sesuka hati tanpa memikirkan hal-hal lain.

Sambil berdendang biduk hilir
Artinya : Melakukan dua pekerjaan bersama-sama (sekaligus)

Kalau asal benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau
Artinya : Yang baik itu, biar dimana pun tempatnya, tetap akan baik juga.

Tahan baji oleh kenidai
Artinya : Lawanlah kejahatan dengan kebaikan. (kenidai = sejenis pohon yang tumbuh di pesisir pantai)

Seperti birah dengan keladi
Artinya : Hampir sama

Rupa yang tak dapat diubah, tabiat dapat diubah
Artinya : Tabiat seseorang dapat diubah dengan cara manasihatinya secara terus-menerus, sedangkan raga seseorang tidak dapat diubah.

Bagai cacing kena air panas
Artinya :

  1. Tidak tenang
  2. selalu gelisah karena susah, malu, dsb.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Masak Durian, Masak Manggis

Cupak sudah tertegak, suri sudah terkembang
Artinya : Telah lama adat berdiri tentang tiap-tiap pekerjaan yang ada.

Cermat masa banyak, jimat masa sedikit
Artinya : Selalu berhati-hati dalam membelanjakan/menggunakan sesuatu.

Rusak anak oleh menantu
Artinya : Orang yang kita kasihi merusakkan harta yang kita berikan kepadanya

Tunggang hilang berani mati
Artinya :

  1. Tidak gentar menjalankan kewajiban (terutama yang mengenai bangsa dan negara)
  2. Tidak takut apa pun

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Akan Mengaji, Suratlah Hilang, Akan Bertanya, Gurulah Mati”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *