Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Alah Mahu, Bertimbang Enggan, Cungkil Merih Akan Pembayar

Arti Peribahasa Alah Mahu, Bertimbang Enggan, Cungkil Merih Akan Pembayar

Arti Peribahasa Alah Mahu, Bertimbang Enggan, Cungkil Merih Akan Pembayar

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Alah Mahu, Bertimbang Enggan, Cungkil Merih Akan Pembayar

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Alah mahu, bertimbang enggan, cungkil merih akan pembayar

Tidak menepati janji dan menentang balik orang yang diberinya janji.

Kesimpulan

Arti peribahasa alah mahu, bertimbang enggan, cungkil merih akan pembayar adalah tidak menepati janji dan menentang balik orang yang diberinya janji.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa alah mahu, bertimbang enggan, cungkil merih akan pembayar, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Jinak-jinak merpati
Artinya : Kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Daun Nipah Dikatakan Daun Labu

Berbalik-balik bagai kuda tercirit
Artinya : Perkara yang sudah diputuskan/diselesaikan, namun kemudian diungkit-ungkit kembali.

Makan bubur panas-panas
Artinya : Terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

Bagai membakar tunam basah
Artinya : Hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya

Mulut bau madu, pantat bawa sengat
Artinya : Mulut manis, tetapi hati busuk

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan
Artinya : Cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak

Yang untut lain, yang mengensot lain
Artinya : Orang yang salah tidak dihukum, justru orang yang tidak bersalah yang kena hukum.

Keli dua selubang
Artinya : Seorang perempuan mempunyai kekasih dua orang

Baca Juga :  Arti Peribahasa Gaya Saja, Rasanya Wallah

Hujan berbalik ke langit
Artinya : Orang berkuasa (pandai, kaya, dan sebagainya) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dan sebagainya)

Silih berganti bagai ombak di tepi pantai
Artinya : Hidup bagai roda pedati, kadang di bawah kadang di atas, kadang senang kadang susah.

Jika diturut hati yang geram, hilang takut timbul berani
Artinya : Sebacul-baculnya/penakut orang, apabila telah marah, ia akan menjadi berani.

Umpama batik lasum, makin dibasuh makin berbau
Artinya : Orang yang baik, jika diajari dengan baik maka akan semakin baik jadinya.

Laksana manau, seribu kali embat haram tak patah
Artinya : Menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat:

Dimakan mati emak, diluahkan mati bapa
Artinya :

  1. Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit
  2. berada dalam keadaan yang serba salah.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Kata Biarlah Kota

Padi masak, jagung mengupih
Artinya : Keuntungan yang diperoleh dengan berlipat ganda

Yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran
Artinya : Yang sudah ada binasa dan habis, yang dicari tiada dapat

Hendak air pancuran terbit
Artinya : Memperoleh sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki/diinginkan.

Tak pernah masuk gelanggang bergoyang
Artinya : Orang kampung/desa yang masuk ke rumah orang ternama/besar.

Sudah biasa makan kerak
Artinya : Sudah biasa mengalami kesukaran

Bagai menyukat belut
Artinya : Pekerjaan yang sia-sia

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Alah Mahu, Bertimbang Enggan, Cungkil Merih Akan Pembayar”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *