Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Alpa Negeri Alah, Sia-sia Hutang Tumbuh

Arti Peribahasa Alpa Negeri Alah, Sia-sia Hutang Tumbuh

Arti Peribahasa Alpa Negeri Alah, Sia-sia Hutang Tumbuh

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Alpa Negeri Alah, Sia-sia Hutang Tumbuh

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuh

Kelalaian dapat mendatangkan bencana.

Kesimpulan

Arti peribahasa alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuh adalah kelalaian dapat mendatangkan bencana.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuh, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Rumah terbakar tikus habis ke luar
Artinya :

  1. Uang habis, tetapi yang dikehendaki tidak diperoleh
  2. Apabila terjadi kerusakan di suatu daerah, semua penduduknya berbondong-bondong pindah ke tempat lain
Baca Juga :  Arti Peribahasa Jika Ada Padi Berhampalah, Jika Ada Hati Berasalah

Bagai tabut keling, di luar berkilat, di dalam berongga
Artinya : Terlihat baik di luar tetapi hatinya jahat.

Si bungsu pengindang antah
Artinya : Anak yang tidak dapat dimanjakan, karena hidup miskin.

Kura-kura di atas dahan
Artinya : Orang bodoh yang tidak dapat melepaskan diri dari kesusahan/malapetaka yang menimpanya.

Biar titik jangan tumpah
Artinya : Biar rugi sedikit asal jangan rugi banyak

Sedepa tanduk yang datang, sejengkal tanduk yang menanti, payah juga yang datang
Artinya : Lebih susah untuk mengadu nasib di negeri orang daripada di negeri sendiri.

Besar kayu besar dahan nya
Artinya : Makin banyak pendapatan (uang) makin banyak pula yang dibelanjakan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Anak Rancak Menantu Sating

Lain mangkuk lain cawan
Artinya : Tidak sama antara pembawaan dan kesukaan.

Belum tahu di pedas lada
Artinya :

  1. Masih muda sekali
  2. Belum berpengalaman

Berjarak serasa hilang, bercerai serasa mati
Artinya : Sangat rindu.

Licin bagai belut
Artinya : Cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)

Sampai ke tulang sumsum
Artinya : Mendalam sekali (perasaan dingin dan sebagainya)

Tukang tuak membuang kayu
Artinya : Orang bijaksana yang mampu menghargai orang lain.

Tidak ada kusut yang sehelai, tak ada keruh yang tak jernih
Artinya : Jika terjadi masalah, haruslah dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya.

Tong kosong nyaring bunyinya
Artinya : Orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)

Hujung lurus, pangkal berkait
Artinya : Kelihatannya baik, tetapi sebenarnya hatinya jahat.

Kasih itu roh yang buta
Artinya : Kasih sayang tidak memilih/mengenal yang baik atau yang rupawan saja.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Nakhoda Kasap, Hujung Hilang, Pangkal Lesap

Siapa makan cabai dialah yang merasa pedas
Artinya : Barang siapa yang berbuat, maka dialah yang harus bertanggung jawab.

Bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat
Artinya : Kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan

Anak ikan dimakan ikan, tahu makan tahu simpan
Artinya : Jika tahu cara membuat sesuatu, hendaklah juga tahu cara menyimpan rahasianya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Alpa Negeri Alah, Sia-sia Hutang Tumbuh”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *