Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Angus Tiada Berapi, Karam Tiada Berair

Arti Peribahasa Angus Tiada Berapi, Karam Tiada Berair

Arti Peribahasa Angus Tiada Berapi, Karam Tiada Berair

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Angus Tiada Berapi, Karam Tiada Berair

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Angus tiada berapi, karam tiada berair

Menderita kesusahan karena kematian atau kehilangan kekasih. (angus = hangus)

Kesimpulan

Arti peribahasa angus tiada berapi, karam tiada berair adalah menderita kesusahan karena kematian atau kehilangan kekasih. (angus = hangus)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa angus tiada berapi, karam tiada berair, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Takut akan kutu dibuang kain
Artinya : Takut akan bahaya yang kecil, lalu membuang keuntungan yang besar yang mungkin diperoleh.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Santan Masak Pasu, Ampasnya Tumpah Ke Tanah

Asal ditugal, adalah benih
Artinya : Setiap usaha tentu akan ada hasilnya. (tugal = melubagi tanah kebun dengan kayu untuk dijadikan tempat menanam benih)

Bagai panas mengandung hujan
Artinya : Tertawa dalam kesusahan.

Kebenaran di hujung lidah
Artinya : Tidak ada keadilan.

Mendebik mata parang
Artinya : Menentang orang yang berkuasa

Tergali pada bejana emas
Artinya : Tertarik pada keuntungan besar.

Kura-kura di kaki ditinggalkan, burung terbang dikejar
Artinya : Melepaskan keuntungan kecil yang sudah pasti didapatkan karena mengharapkan keuntungan besar yang belum tentu untuk diperoleh.

Sebab kasih akan bunga setangkai, dibuang bunga seceper
Artinya : Menyia-nyiakan teman-teman yang lain karena terlalu menyayangi seseorang.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dahi Kiliran Taji

Seperti kedangkan dengan caping
Artinya : Orang-orang yang akrab dan suka tolong-menolong

Bagai berseru di padang pasir
Artinya : Seruan yang tidak diindahkan oleh orang lain.

Anak di riba diletakkan, kera di hutan disusui
Artinya : Urusan sendiri ditinggalkan karena mementingkan urusan orang lain.

Ombak nya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan
Artinya : Telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

Misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang
Artinya : Rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

Tua-tua keladi (kelapa)
Artinya : Dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Ada kerak, ada nasi
Artinya : Setiap kejadian itu tentu ada bekasnya.

Sepenggalah matahari
Artinya :

  1. Saatnya untuk bertindak/bekerja
  2. sudah menginjak dewasa.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Menyandang Galas Tiga

Kasihkan raja di atas usungan
Artinya : Rasa kasih yang tidak pada tempatnya.

Adat lurah timbunan sarap
Artinya : Orang yang memiliki pangkat tinggi biasanya dipenuhi dengan banyak pikiran dan masalah.

Tinggi kayu ara dilangkahi, rendah bilang-bilang diseluduki
Artinya : Melakukan sesuatu hendaknya sesuai dengan aturan dan kebiasaan yang berlaku, meskipun hal tersebut terlihat aneh.

Takut akan bayang-bayang sendiri
Artinya : Takut akan kelemahan atau perbuatannya sendiri.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Angus Tiada Berapi, Karam Tiada Berair”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *