Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Badan Boleh Dimiliki, Hati Tiada Boleh Dimiliki

Arti Peribahasa Badan Boleh Dimiliki, Hati Tiada Boleh Dimiliki

Arti Peribahasa Badan Boleh Dimiliki, Hati Tiada Boleh Dimiliki

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Badan Boleh Dimiliki, Hati Tiada Boleh Dimiliki

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki

Sudah sehidup semati.

Kesimpulan

Arti peribahasa badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki adalah sudah sehidup semati.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bagai melepaskan batuk di tangga
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak selesai.

Delapan tapak bayang-bayang
Artinya : Alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Bagai wau putus teraju
Artinya : Berpasrah pada nasib karena sudah tidak berdaya.

Bagai manik putus talinya pengarang
Artinya : Perihal air mata yang bercucuran

Pekak pembakar meriam
Artinya : Tiap-tiap orang ada gunanya

Hendak ulam pucuk menjulai pucuk dicinta ulam tiba
Artinya : Mendapat sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki

Hendak ulam, pucuk menjulai
Artinya : Memperoleh sesuatu lebih daripada yang dikehendaki/diinginkan.

Obat jauh penyakit hampir
Artinya :

  1. Dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan
  2. Berada dalam kesukaran

Besi baik dibajai diringgiti
Artinya : Barang yang sudah baik ditambah baik lagi

Silap mata pecah kepala
Artinya :

  1. Kalau kurang waspada dalam suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa
  2. Kalau kurang penjagaan dalam suatu pekerjaan yang berbahaya, binasalah akhirnya

Jangan diajar anak harimau makan daging
Artinya : Jangan mengajari anak orang yang berkuasa untuk berbuat zalim/tidak terpuji.

Disangka panas sampai ke petang, kiranya hujan tengah hari
Artinya : Disangka akan baik atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa kesulitan, sehingga jatuh melarat/hina.

Yang rendah terpendek sangat, yang tinggi teranjur sangat
Artinya : Tidak pernah merasa puas dengan sesuatu yang telah didapatkan.

Sudah basah kehujanan
Artinya : Mendapat kemalangan ganda

Umpama memerah nyiur, santan diambil ampas dibuang
Artinya : Kita harus dapat membedakan antara ucapan yang baik dan yang buruk.

Mengunyah orang bergigi
Artinya : Mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

Di belakang ia menendang kita, bila di depan ia mengeting kita, jika di tengah ia berpusing ligat pula
Artinya : Menghadapi orang terkasih yang menyebabkan kita merasa serba salah.

Hati bagai baling-baling baling-baling di atas bukit
Artinya : Tidak tetap hatinya (pendiriannya)

Kecil api menjadi kawan, besar ia menjadi lawan
Artinya : Kejahatan yang kecil sebaiknya jangan dibiarkan menjadi besar.

Dianjak layu, dianggur mati
Artinya : Seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Badan Boleh Dimiliki, Hati Tiada Boleh Dimiliki”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *