Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bagai Ayam Naik Ke Surau

Arti Peribahasa Bagai Ayam Naik Ke Surau

Arti Peribahasa Bagai Ayam Naik Ke Surau

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bagai Ayam Naik Ke Surau

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bagai ayam naik ke surau

Bertamu ke rumah orang lain yang tidak memberi jamuan apa-apa.

Kesimpulan

Arti peribahasa bagai ayam naik ke surau adalah bertamu ke rumah orang lain yang tidak memberi jamuan apa-apa.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bagai ayam naik ke surau, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Seperti pipit menelan jagung
Artinya : Hendak menyama-nyamai orang yang tinggi pangkatnya (martabatnya dan sebagainya)

Bagai menghitung bulu kambing
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Berlayar atas angin
Artinya : Mendapat bantuan atau sokongan orang lain

Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung
Artinya : Segala sesuatu ada tata caranya

Memegang besi panas
Artinya : Melakukan sesuatu dengan selalu diliputi khawatir dan takut

Jangan diajar anak harimau makan daging
Artinya : Jangan mengajari anak orang yang berkuasa untuk berbuat zalim/tidak terpuji.

Jangan difikirkan kalau tebu itu bengkok, manisnya itu pun bengkok juga
Artinya : Jangan memandang nasihat hanya dari rupa atau pekerjaan orang yang mengatakannya.

Berinduk semang kepada janda, bagai dokoh tali anjing
Artinya : Berhubungan dengan jandanya (isteri yang telah diceraikannya) adalah suatu perbuatan yang dicerca oleh orang banyak. (dokoh = perhiasan leher)

Main badar, main gerundang
Artinya : Orang yang hendak meniru perbuatan/tingkah laku orang besar/berkuasa dan akhirnya binasa/rugi sendiri.

Retak-retak bulu ayam, lama-lama bercantum pula
Artinya : Perselisihan dengan keluarga/kerabat sendiri yang harus didamaikan/diselesaikan dengan nasihat dari orang tua.

Laksana katak di harung ular
Artinya : Lari bercempera/berhamburan dengan suara agak riuh karena ketakutan.

Dibalik-balik bagai memanggang
Artinya : Dipikirkan secara masak/matang.

Bagai terung terantuk ke dinding
Artinya : Datang berkunjung sebentar saja.

Iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat
Artinya : Karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati

Hari tak selamanya panas
Artinya : Untung dan rugi datang silih berganti.

Cupak sudah tertegak, suri sudah terkembang
Artinya : Telah lama adat berdiri tentang tiap-tiap pekerjaan yang ada.

Malu makan, perut lapar
Artinya : Segan/enggan untuk berusaha maka tidak akan memperoleh kemajuan/keuntungan/kesenangan.

Karena mendengar bunyi
Artinya : Terperdaya karena mendengar suatu berita.

Genting menanti putus, biang menanti tembuk
Artinya : Perkara yang hampir putus (selesai)

Telah meraba-raba tepi kain
Artinya :

  1. Sudah sakit payah
  2. Sudah hampir meninggal

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bagai Ayam Naik Ke Surau”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *