Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bagai Enau Di Dalam Belukar, Melepaskan Pucuk Masing-masing

Arti Peribahasa Bagai Enau Di Dalam Belukar, Melepaskan Pucuk Masing-masing

Arti Peribahasa Bagai Enau Di Dalam Belukar, Melepaskan Pucuk Masing-masing

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bagai Enau Di Dalam Belukar, Melepaskan Pucuk Masing-masing

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bagai enau di dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing

Tidak sepakat dalam suatu perbincangan.

Kesimpulan

Arti peribahasa bagai enau di dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing adalah tidak sepakat dalam suatu perbincangan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bagai enau di dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Rambut sama hitam, pikiran berlain-lainan
Artinya : Lain orang lain pula tujuan yang ingin dicapai.

Dulu buah daripada bunga, dulu duduk daripada cangkung
Artinya : Beranggapan sudah memiliki sesuatu yang belum tentu diperoleh.

Setampar seemas, dua tampar seemas, baik ditampar benar
Artinya : Janganlah berbangga atas kelakuan jahat yang sudah dilakukan.

Bercekak henti, silat terkenang
Artinya : Buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya

Yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi
Artinya : Segala pekerjaan itu hendaklah dikerjakan sebaik mungkin.

Selangkas betik berbuah
Artinya : Waktu yang singkat

Dikacak betis sudah bak betis, dikacak lengan sudah bak lengan
Artinya :

  1. Orang yang menyangka dirinya telah cukup kuat (perihal uang atau kemampuan), sehingga merasa dirinya tidak perlu meminta bantuan dari orang lain
  2. orang yang angkuh. (dikacak = dipegang)

Terang kabut, teduhlah hujan
Artinya : Sudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.

Di belakang ia menendang kita, bila di depan ia mengeting kita, jika di tengah ia berpusing ligat pula
Artinya : Menghadapi orang terkasih yang menyebabkan kita merasa serba salah.

Air di tulang bumbungan, turunnya ke cucur atap
Artinya : Segala sesuatu, meskipun sedikit akan menurut pada asalnya juga.

Malu makan, perut lapar
Artinya : Segan/enggan untuk berusaha maka tidak akan memperoleh kemajuan/keuntungan/kesenangan.

Bagai berseru di padang pasir
Artinya : Seruan yang tidak diindahkan oleh orang lain.

Jiwa bergantung di ujung rambut
Artinya : Selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya

Bagai kerbau runcing tanduk
Artinya : Orang yang sudah terkenal kejahatannya.

Sebagai kepiting batu
Artinya : Sangat kikir

Pahit dahulu, manis kemudian
Artinya : Hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)

Jika belalang ada seekor, jika emas ada miang
Artinya : Segalanya ada aturannya sendiri

Tinggi di laga, rendah geleparnya
Artinya : Terlalu sombong, tetapi sebenarnya tidak seperti apa yang dikatakan.

Kain ditangkap maka duduk
Artinya : Kemiskinan yang teramat sangat.

Seperti pelandak lepas dari jerat
Artinya : Terlepas dari sengsara.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bagai Enau Di Dalam Belukar, Melepaskan Pucuk Masing-masing”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *