Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bagai Menumbuk Padi Hampa

Arti Peribahasa Bagai Menumbuk Padi Hampa

Arti Peribahasa Bagai Menumbuk Padi Hampa

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bagai Menumbuk Padi Hampa

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bagai menumbuk padi hampa

Kabar yang dilebih-lebihkan dibandingkan dengan keadaan yang sebenarnya.

Kesimpulan

Arti peribahasa bagai menumbuk padi hampa adalah kabar yang dilebih-lebihkan dibandingkan dengan keadaan yang sebenarnya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bagai menumbuk padi hampa, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundur
Artinya : Berani menghadapi apapun.

Jika pisau tiada berbaja, makin dikikir bertambah tumpul
Artinya : Anak yang dungu, makin diajar semakin bodoh

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bayan Di Tangan Habis Terlepas

Belum berkilat sudah berkilau, bulan sangkap tiga puluh
Artinya : Perkara yang sudah terang/jelas. (sangkap = genap, cukup)

Berair rongkong
Artinya : Mendapat rezeki (keuntungan)

Harapkan guruh di langit, air tempayan ditumpahkan
Artinya : Karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar namun belum tentu diperoleh, keuntungan yang kecil tetapi sudah pasti (sudah dalam genggaman) pun dilepaskan. (guruh= guntur)

Kadok naik junjung
Artinya : Orang hina (miskin dan sebagainya) merasa mulia (kaya dan sebagainya)

Lamun ada ubi, ubi, tiada ubi, gadung jadilah
Artinya : Jika terpaksa, barang yang kurang baik pun dapat dipergunakan juga.

Pukul anak, sindir menantu
Artinya :

  1. Menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain
  2. Mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain
Baca Juga :  Arti Peribahasa Tampak Benar Lurah Tak Berbatu, Ijuk Tak Bersagar

Singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat
Artinya : Tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya

Sudah di depan mata
Artinya : Sudah dekat (hampir datang)

Malu tercoreng di kening dahi
Artinya : Mendapat malu besar

Hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah
Artinya : Perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

Kalah jadi abu, menang jadi arang
Artinya : Pertengkaran tidak akan menguntungkan kepada pihak mana pun

Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang
Artinya :

  1. Tidak mau bekerja
  2. Pemalas

Sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya
Artinya : Tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Ayam, Kais Pagi Makan Pagi, Kais Petang Makan Petang

Siapa yang makan nangka, dia yang terkena getahnya
Artinya : Siapa yang bersalah, maka dialah yang harus menerima akibatnya/hukuman.

Berbisik kedengaran, berimbau kelampauan
Artinya : Berjarak sangat dekat.

Belum betul membilang jari, sudah hendak berkuasa sendiri
Artinya : Hendak bertingkah seperti orang yang sudah tua.

Bagai sepatung mandi
Artinya : Hanya sekejap mata.

Alur bertempuh, jalan berturut
Artinya : Dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bagai Menumbuk Padi Hampa”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *