Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bagai Rasa Batang Pisang

Arti Peribahasa Bagai Rasa Batang Pisang

Arti Peribahasa Bagai Rasa Batang Pisang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bagai Rasa Batang Pisang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bagai rasa batang pisang

Tubuh yang terlalu dingin.

Kesimpulan

Arti peribahasa bagai rasa batang pisang adalah tubuh yang terlalu dingin.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bagai rasa batang pisang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus
Artinya : Tidak mau berputus asa sampai saat terakhir

Berkelahi dalam mimpi
Artinya : Berlelah-lelah dengan sia-sia

Seperti katak ditimpa kemarau
Artinya :

  1. Berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya)
  2. Sangat gaduh
Baca Juga :  Arti Peribahasa Ada Paha Ada Kaki, Ada Nyawa Ada Rezeki

Tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung
Artinya : Orang miskin yang celaka karena mendapatkan keuntungan dan sempat memanfaatkan keuntungan itu.

Mahal dibeli, sukar dijual, atau mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta
Artinya : Sesuatu yang sukar akan diperoleh

Kepala sama hitam, pendapat berlain-lain
Artinya : Lain orang, lain pemikirannya.

Bagaimana tidak kumbang jinak terbang beredar, jika tidak karena bunga kembang di taman
Artinya : Para pemuda tidak akan mondar-mandir di dekat rumah jika tidak karena perawan cantik ada disana.

Dahulu bajak daripada jawi
Artinya :

  1. Sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya
  2. Tidak menurut aturan yang biasa

Sebaik-baiknya hidup teraniaya
Artinya : Sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Semak-semak Disaingi, Rimbun-rimbun Ditutuh

Lewat di manis, masam, lewat di harum, busuk
Artinya : Hilang yang baik lalu timbul yang jahat.

Kambing menyusui anak harimau, besar dia dipatahkan tengkuknya
Artinya : Akibat yang akan diterima jika menolong orang jahat yang sedang dalam kesusahan.

Menaikkan air ke gurun
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sukar sekali

Belalang hendak menjadi elang
Artinya : Orang bodoh (hina) berlaku seperti orang pandai (terhormat)

Harap hati hendak peluk gunung, apa akal tangan tak sampai
Artinya : Kehendak hati terlalu besar, namun tiada upaya untuk dapat meraihnya.

Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula?
Artinya :

  1. Raja (orang besar/mulia) yang telah turun derajatnya dan tidak mungkin meraih kembali martabatnya itu
  2. sesuatu yang sudah ditetapkan (undang-undang, keputusan, dsb) dan tidak bisa untuk diubah lagi.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Bangkai Gajah Busuk Di Hutan Hendak Ditanam, Pekung Di Kaki Sendiri Dibiarkan Meroyak

Laksana batang manau, seribu kali embat haram tak putus
Artinya : Sangat kuat dan kokoh. (manau = rotan besar) (embat = pukul)

Sudah baik kedudukannya, tidak tempatnya
Artinya : Tidak pantas.

Dikatakan mati emak, tak dikatakan mati bapa
Artinya :

  1. Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit
  2. berada dalam keadaan yang serba salah.

Sampan ada pengayuh tidak
Artinya : Hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya

Tajam lidah daripada pedang
Artinya : Ucapan seseorang dapat lebih menyakitkan dibandingkan dengan tersayat senjata tajam.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bagai Rasa Batang Pisang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *