Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bagai Tabut Keling, Di Luar Berkilat, Di Dalam Berongga

Arti Peribahasa Bagai Tabut Keling, Di Luar Berkilat, Di Dalam Berongga

Arti Peribahasa Bagai Tabut Keling, Di Luar Berkilat, Di Dalam Berongga

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bagai Tabut Keling, Di Luar Berkilat, Di Dalam Berongga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bagai tabut keling, di luar berkilat, di dalam berongga

Terlihat baik di luar tetapi hatinya jahat.

Kesimpulan

Arti peribahasa bagai tabut keling, di luar berkilat, di dalam berongga adalah terlihat baik di luar tetapi hatinya jahat.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bagai tabut keling, di luar berkilat, di dalam berongga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Habis Tenggang Dan Kelakar

Kecil bahan besar penimpanya
Artinya : Pengeluaran yang lebih banyak dibandingkan penghasilan.

Bergalah ke hilir tertawa buaya, bersuluh di bulan terang tertawa harimau
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Gamak-gamak seperti menyambal
Artinya : Hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja

Sisih antah dengan beras
Artinya : Persaingan antara orang kaya dengan orang miskin.

Buta baru celik melihat
Artinya : Menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dan sebagainya)

Udang tak tahu bungkuk nya
Artinya : Tidak tahu akan kekurangan dirinya

Bagai bunyi siamang kenyang
Artinya : Banyak bicara karena mendapat kesenangan

Seperti gerundang yang kekeringan
Artinya : Orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya

Memasang pelita tengah hari
Artinya : Menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi

Baca Juga :  Arti Peribahasa Keluk Paku Asam Belimbing, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

Bagai pintu tak berpasak, perahu tak berkemudi
Artinya : Sesuatu yang membahayakan

Setajam-tajamnya parang, tajam juga mulut orang
Artinya : Suatu perkataan/ucapan bisa lebih menyakitkan dibandingkan senjata tajam.

Belum tegak hendak berlari
Artinya :

  1. Lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi
  2. Belum duduk sudah belunjur

Menyisip padi dengan ilalang
Artinya : Mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik

Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuh
Artinya : Orang yang belum berpengalaman, tetapi sudah sombong.

Ada rotan ada duri
Artinya : Dalam kesenangan tentu ada kesusahannya

Yang berpayung yang ditembak
Artinya : Orang yang berkuasalah yang dijadikan sebagai tempat untuk meminta pertolongan.

Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam
Artinya : Berita buruk yang ditutup-tutupi, kelak akan tersiar juga.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tidak Terkayuhkan Lagi Biduk Hilir

Sedangkan pucuk lagi tak merah, konon pula seleranya
Artinya : Dalam keadaan berkecukupan/mampu saja kikir, apalagi jika dalam keadaan miskin.

Bergantung pada akar lapuk
Artinya : Menggantungkan harapan kepada orang yang tidak berkuasa.

Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat dikendalikan
Artinya : Orang yang jauh dari negeri tempat asalnya dan bertindak semaunya tanpa mau mendengarkan nasihat dari keluarganya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bagai Tabut Keling, Di Luar Berkilat, Di Dalam Berongga”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *