Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Bermata Mata Kayu, Bertelinga Telinga Kuali

Arti Peribahasa Bermata Mata Kayu, Bertelinga Telinga Kuali

Arti Peribahasa Bermata Mata Kayu, Bertelinga Telinga Kuali

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Bermata Mata Kayu, Bertelinga Telinga Kuali

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Bermata mata kayu, bertelinga telinga kuali

Tidak menaruh perhatian terhadap apa yang dilihat dan didengar.

Kesimpulan

Arti peribahasa bermata mata kayu, bertelinga telinga kuali adalah tidak menaruh perhatian terhadap apa yang dilihat dan didengar.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa bermata mata kayu, bertelinga telinga kuali, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Diam penggali berkarat, diam ubi berisi
Artinya : Pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sembahyang Mencari Akal, Rusuk Mencari Kira-kira

Melukut tinggal sekam melayang
Artinya : Yang baik tetap, yang buruk akan hilang

Sabung selepas hari petang
Artinya : Untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir):

Di belakang ia menendang kita, bila di depan ia mengeting kita, jika di tengah ia berpusing ligat pula
Artinya : Menghadapi orang terkasih yang menyebabkan kita merasa serba salah.

Diam-diam ubi berisi
Artinya : Pendiam atau diam, tetapi berpikir atau banyak pengetahuannya

Lurus-lurus sumpitan
Artinya : Melakukan tipu muslihat untuk mencari keuntungan pribadi.

Belut pulang ke lumpur
Artinya : Kembali ke asalnya.

Minta pucuk pada alu (= menghendaki pucuk alu)
Artinya : Menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Seperti pinggan putih retak sedikit kelihatan
Artinya : Berhati-hatilah dalam menjaga kehormatan diri, karena bila mendapat cela sedikit saja akan terlihat.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Rezeki Elang Takkan Dimakan Musang

Tidak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah
Artinya : Orang yang pandai sekalipun pasti pernah dan akan melakukan kesalahan.

Lurus bagai piarit
Artinya : Orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat

Aur ditanam, betung tumbuh
Artinya : Mendapat untung (laba) banyak

Tidur tak lelap, makan tak kenyang
Artinya : Sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)

Arang habis panggang tak masak
Artinya : Orang yang merintis usaha tapi gagal, karena pengeluaran lebih banyak dibandingkan keuntungannya.

Mulut terdorong, emas padahan nya,
Artinya : Pb perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

Utang selilit sebelit pinggang utang tiap helai bulu
Artinya : Utangnya banyak sekali

Baca Juga :  Arti Peribahasa Daun Telah Melayang, Buah Jatuh Ke Perdu Juga

Silap cakap kena radak, hilang jiwa percuma saja
Artinya : Sebaiknya berhati-hati dalam menangani suatu masalah agar tidak menemui kesulitan kemudian atau agar tidak memperkeruh suasana.

Tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah
Artinya : Perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya

Rezeki harimau
Artinya : Makanan yang banyak dan beragam.

Putih tapak nya lari
Artinya : Berlari cepat (karena ketakutan)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Bermata Mata Kayu, Bertelinga Telinga Kuali”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *