Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Cium Tapak Tangan, Berbaukah Atau Tidak?

Arti Peribahasa Cium Tapak Tangan, Berbaukah Atau Tidak?

Arti Peribahasa Cium Tapak Tangan, Berbaukah Atau Tidak?

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Cium Tapak Tangan, Berbaukah Atau Tidak?

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Cium tapak tangan, berbaukah atau tidak?

Lihatlah diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencela orang lain.

Kesimpulan

Arti peribahasa cium tapak tangan, berbaukah atau tidak? adalah lihatlah diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencela orang lain.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa cium tapak tangan, berbaukah atau tidak?, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dihentak Alu Luncung

Memagar diri bagai aur
Artinya : Hanya memikirkan diri sendiri

Punggur rebah, belatuk menumpang mati
Artinya :

  1. Bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya
  2. Jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

Seperti menepung tiada berberas
Artinya : Banyak cakap, tidak berisi

Pusat jala pumpunan ikan
Artinya :

  1. (menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan)
  2. Pusat pemerintahan

Ular biar mati, tanah jangan lekuk, buluh jangan pukah
Artinya : Menyelesaikan suatu perkara hendaklah dengan seadil-adilnya, sehingga kedua belah pihak merasa puas (tidak merasa dirugikan salah satunya).

Putih tapak nya lari
Artinya : Berlari cepat (karena ketakutan)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Air Besar Batu Bersibak

Air besar sampan tak hanyut
Artinya : Maksud yang tidak tercapai meskipun sudah ada dukungan.

Bergantung pada akar lapuk
Artinya : Menggantungkan harapan kepada orang yang tidak berkuasa.

Talam dua muka
Artinya :

  1. Bermuka dua
  2. Mendua hati

Kain dalam lipatan
Artinya : Perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi- sembunyi

Sawah berpematang berpiring ladang berbintalak
Artinya : Segala sesuatu ada batasnya

Bangsa bermuka papan
Artinya : Tidak tahu malu.

Putus kelikir, rompong hidung
Artinya : Sesuatu yang hendak dikuasai menjadi terlepas sama sekali

Seperti sendok dengan periuk sentuh-menyentuh
Artinya : Ada kalanya terjadi perselisihan dengan sahabat/anggota keluarga.

Gila di abun-abun
Artinya : Mengangan-angankan sesuatu yang mustahil. (abun-abun = angan-angan)

Sambil menyeruduk menyuruk galas lalu
Artinya : Sambil bersenang-senang, maksud atau keuntungan tercapai

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hemat Pangkal Kaya, Sia-sia Hutang Tambah

Kebakaran janggut
Artinya : Bingung tidak keruan.

Mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena
Artinya : Sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

Ayam putih terbang siang, hinggap di halaman, terang kepada mata orang banyak
Artinya : Perkara yang nyata dan mudah ketahuan.

Selangkas betik berbuah
Artinya : Waktu yang singkat

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Cium Tapak Tangan, Berbaukah Atau Tidak?”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *