Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Di Lurah Maka Hendak Angin, Di Bukit Maka Hendak Air

Arti Peribahasa Di Lurah Maka Hendak Angin, Di Bukit Maka Hendak Air

Arti Peribahasa Di Lurah Maka Hendak Angin, Di Bukit Maka Hendak Air

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Di Lurah Maka Hendak Angin, Di Bukit Maka Hendak Air

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Di lurah maka hendak angin, di bukit maka hendak air

Menghendaki sesuatu, namun tidak pada tempatnya.

Kesimpulan

Arti peribahasa di lurah maka hendak angin, di bukit maka hendak air adalah menghendaki sesuatu, namun tidak pada tempatnya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa di lurah maka hendak angin, di bukit maka hendak air, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Seperti menghilang manau
Artinya :

  1. Perbuatan yang sukar dilaksanakan
  2. Sukar sekali
Baca Juga :  Arti Peribahasa Hendak Bersunting Bunga Yang Belum Diseri Kumbang

Patah tongkat berjeremang bertelekan
Artinya : Terus berusaha (tidak pernah putus asa)

Takutkan tuma, dibuang kain
Artinya : Takut akan sesuatu hal yang kecil, lalu membuang keuntungan besar yang mungkin diperoleh.

Tambah air tambah sagu
Artinya : Jika tugas/pekerjaan kita bertambah, maka penghasilan pun akan bertambah.

Elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat
Artinya : Apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dan sebagainya

Seperti kerbau menanduk anak dengan papar bukan dengan tanduk
Artinya : Memberikan hukuman kepada seseorang bukan untuk menyakitinya, tetapi untuk memberinya pelajaran.

Hendak ulam, pucuk menjulai
Artinya : Memperoleh sesuatu lebih daripada yang dikehendaki/diinginkan.

Seekor cacing menelan naga
Artinya :

  1. Orang lemah yang dapat mengalahkan orang besar
  2. anak bangsawan yang dinikahi oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Kena Parang Bermata Dua

Belum sudah diasapi kemenyan
Artinya : Belum (sudah) kawin

Mati semut karena gula manisan
Artinya : Orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

Laut datang memunggah mutiara
Artinya : Orang pandai/bijaksana yang datang mengajarkan ilmu yang berguna kepada kita.

Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan
Artinya : Tidak mau kalah dengan orang lain

Menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk
Artinya : Setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

Asal-usul, asal jangan ditinggallkan
Artinya : Melihat suatu bencana serta menelusuri penyebab terjadinya.

Tua-tua keladi (kelapa)
Artinya : Dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati
Artinya : Tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Air Dalam Karang Menonggok, Setanggi Campur Kemenyan, Gula Tertumpah Pada Kanji

Musim kemarau menghilirkan baluk
Artinya : Melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

Berbenak ke empu kaki
Artinya : Tidak peduli baik ataupun jahat.

Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul
Artinya : Betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang
Artinya : Melakukan sesuatu yang baik jika ada maunya saja.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Di Lurah Maka Hendak Angin, Di Bukit Maka Hendak Air”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *