Arti Peribahasa Di Mana Lalang Habis, Di Situ Api Padam

Photo of author

By admin

Arti Peribahasa Di Mana Lalang Habis, Di Situ Api Padam

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Di Mana Lalang Habis, Di Situ Api Padam

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Di mana lalang habis, di situ api padam

Dimana mati maka disana pulalah dikuburkan.

Kesimpulan

Arti peribahasa di mana lalang habis, di situ api padam adalah dimana mati maka disana pulalah dikuburkan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa di mana lalang habis, di situ api padam, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Katak hendak jadi lembu
Artinya :

  1. Orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dan sebagainya)
  2. Congkak
  3. Sombong
Baca Juga :  Arti Peribahasa Lecah Di Kaki

Siapa luka siapa menyiuk
Artinya : Yang merasa tersindir, dialah yang berbuat sesuatu sebagai yang disindirkan itu

Sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan
Artinya : Sangat teliti (dalam pemeriksaan)

Mujur sepanjang hari malang sekejap mata
Artinya : Jika malang akan menimpa dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi tidak mendapat

Diimbau berbunyi, dilihat bersua
Artinya : Kebenaran yang tidak dapat dibantah/tidak terelakkan. (diimbau = dipanggil)

Membasuh najis dengan malu
Artinya : Membuang malu dengan jalan yang lebih hina

Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan
Artinya : Orang besar yang bersuka-ria, orang kecil yang gembira berlebihan. (lotong = kera hitam)

Harimau memperlihatkan kukunya
Artinya : Orang besar/berkuasa yang memperlihatkan kekuasaannya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Masuk Tiga, Keluar Empat

Sedekat-dekatnya tepi kain, dekat juga dengan bebat
Artinya : Betapa pun dekatnya hubungan kita dengan orang lain, masih lebih dekat dengan keluarga/kerabat sendiri.

Cencang dua segerai
Artinya : Sekali jalan dua pekerjaan selesai

Orang terpegang pada hulu nya, awak terpegang pada matanya
Artinya : Dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

Tertangkap kain
Artinya : Orang yang telah berbuat zina dan akhirnya tertangkap basah (rahasianya terbongkar).

Sia-sia menjaring angin
Artinya : Mengerjakan sesuatu yang mustahil.

Menggantang anak ayam
Artinya : Melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia untuk dikerjakan

Ibarat beban, belum lepas daripada bahu
Artinya : Belum lepas tanggungan (tentang orang tua dari anak lelaki atau anak perempuan).

Tali jangan putus, kaitan jangan rekah
Artinya : Perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang

Baca Juga :  Arti Peribahasa Empat Sudah Bersimpul Satu

Guna-guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan
Artinya : Digunakan/diperlukan hanya saat ada perlunya, setelah itu ditinggalkan.

Bagai rupa orang terkena beragih
Artinya : Bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)

Termakan di cirit berendang
Artinya : Termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain

Sia-sia negeri alah
Artinya : Pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Di Mana Lalang Habis, Di Situ Api Padam”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Tinggalkan komentar