Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Di Mana Tumbuh, Di Situ Disiang

Arti Peribahasa Di Mana Tumbuh, Di Situ Disiang

Arti Peribahasa Di Mana Tumbuh, Di Situ Disiang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Di Mana Tumbuh, Di Situ Disiang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Di mana tumbuh, di situ disiang

Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.

Kesimpulan

Arti peribahasa di mana tumbuh, di situ disiang adalah dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa di mana tumbuh, di situ disiang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Patah tumbuh hilang berganti
Artinya :

  1. Yang hilang (mati) selalu ada penggantinya
  2. Seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya
Baca Juga :  Arti Peribahasa Bercekak Henti, Silat Terkenang

Rendah dianjung tinggi, kecil diambak besar
Artinya : Setiap bawahan harus menghormati dan mematuhi perintah atasannya.

Teracak bagai lembing tergadai
Artinya : Perihal orang yang merasa tertegun karena melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Tali terentang tidak putus, sangkutan tergantung tidak rekah
Artinya : Pertalian/hubungan keluarga yang tidak putus karena pernikahan beda bangsa.

Tidak alang kepalang tanggung
Artinya : Tidak tanggung-tanggung.

Tua-tua keladi (kelapa)
Artinya : Dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Lain padang lain belalang
Artinya : Tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya

Nasi sedap gulai mentah, gulai sedap nasi mentah
Artinya : Pekerjaan yang tidak selesai (terbengkalai).

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Berminyak Biar Licin Lecak

Mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi
Artinya : Suka duka sama-sama dipikul

Menjual petai hampa
Artinya :

  1. Membual
  2. Beromong kosong

Niat hati hendak memancing ikan, tak mau membuang umpan
Artinya : Ingin mendapatkan keuntungan tanpa mau berkorban.

Cencang air tidak putus, pancung abu tak berbekas
Artinya : Perselisihan internal keluarga yang akhirnya rujuk kembali.

Nak menangguk ikan, tertangguk ke batang
Artinya : Menginginkan laba/keuntungan tetapi justru merugi.

Jangan sudah terperosok, baru hendak membaiki lantai
Artinya : Orang yang baru beringat-ingat setelah mendapatkan kesulitan/malapetaka.

Seorang makan nangka, semua kena getahnya
Artinya : Seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya

Daun keladi dimandikan
Artinya : Memberikan nasihat/ajaran yang sia-sia.

Kalau tak takut akan mati, tak sedunia perang, kalau tak takut akan alah, tak sedunia sabung
Artinya : Berperang/berselisih merupakan pekerjaan yang amat berbahaya, tetapi digemari banyak orang.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berkemudi Di Haluan, Bergilir Ke Buritan

Dicecah orang bagai garam
Artinya : Wanita yang baru saja menikah, tetapi kemudian langsung bercerai.

Harimau memperlihatkan kukunya
Artinya : Orang besar/berkuasa yang memperlihatkan kekuasaannya.

Jikalau ular menyusur akar, tiada hilang bisanya
Artinya : Orang besar yang bersikap merendah tidak akan jatuh martabatnya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Di Mana Tumbuh, Di Situ Disiang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *