Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Dianjung Seperti Payung, Diambak Seperti Kasur

Arti Peribahasa Dianjung Seperti Payung, Diambak Seperti Kasur

Arti Peribahasa Dianjung Seperti Payung, Diambak Seperti Kasur

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Dianjung Seperti Payung, Diambak Seperti Kasur

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Dianjung seperti payung, diambak seperti kasur

Orang yang sangat dimuliakan.

Kesimpulan

Arti peribahasa dianjung seperti payung, diambak seperti kasur adalah orang yang sangat dimuliakan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa dianjung seperti payung, diambak seperti kasur, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah
Artinya : Ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu

Daun dapat dilayangkan, getah jatuh ke perdu juga
Artinya : Tidak sama/setara antara kasih sayang yang diberikan kepada anak sendiri dengan kasih sayang yang diberikan kepada anak saudara.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Cembul Dengan Tutupnya

Ugut-ugut beruk saja
Artinya : Menunjukkan keberanian terhadap orang yang takut kepadanya.

Agak-agak bertutur malam hari
Artinya : Harus selalu ingat/sadar ketika berucap sesuatu.

Hendak dimasukkan ke dalam sumpit tak maut, ke dalam keranjang longgar
Artinya : Sesuatu yang tidak sempurna/sesuai menyebabkan keadaan menjadi sukar/sulit.

Mati semut karena gula manisan
Artinya : Orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

Belum duduk belunjur dulu
Artinya : Sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yang dikehendaki

Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai
Artinya : Kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kasihkan Raja Di Atas Usungan

Jangan difikirkan bengkok tebu itu bengkok pula manisnya
Artinya : Jangan memandang nasihat hanya dari rupa atau pekerjaan orang yang mengatakannya.

Tidak terkayuhkan lagi biduk hilir
Artinya : Tidak mempunyai daya/upaya lagi.

Bagai kucing takut akan balur
Artinya : Lelaki yang takut pada perempuan.

Lunak gigi dari lidah
Artinya :

  1. Sangat lemah lembut (merendahkan diri dan sebagainya)
  2. Lemah lembut

Duduk berkurung siang malam
Artinya : Orang yang sangat jarang keluar dari rumahnya.

Niat hati hendak memancing ikan, tak mau membuang umpan
Artinya : Ingin mendapatkan keuntungan tanpa mau berkorban.

Bercintakan geliga di mulut naga
Artinya : Mengharapkan sesuatu yang mustahil.

Bagai gadis jolong bersubang
Artinya : Sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dan sebagainya)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Naik Dari Janjang, Turun Dari Tangga

Naik di janjang, turun di tangga
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan menurut aturan.

Sehabis rabuk, sehabis putaran
Artinya : Begitu pekerjaan selesai, modalnya pun habis.

Bernapas ke luar badan
Artinya : Lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri

Kilat di dalam kilau
Artinya : Ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dan sebagainya)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Dianjung Seperti Payung, Diambak Seperti Kasur”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *