Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Dicukur-cukur Rambut, Tumbuh Juga Semula

Arti Peribahasa Dicukur-cukur Rambut, Tumbuh Juga Semula

Arti Peribahasa Dicukur-cukur Rambut, Tumbuh Juga Semula

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Dicukur-cukur Rambut, Tumbuh Juga Semula

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Dicukur-cukur rambut, tumbuh juga semula

Orang yang tabiatnya jahat/buruk, meskipun dinasihati dan dihukum, lambat laun akan berbalik seperti semula (kembali berbuat jahat).

Kesimpulan

Arti peribahasa dicukur-cukur rambut, tumbuh juga semula adalah orang yang tabiatnya jahat/buruk, meskipun dinasihati dan dihukum, lambat laun akan berbalik seperti semula (kembali berbuat jahat).

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa dicukur-cukur rambut, tumbuh juga semula, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  3 Arti Peribahasa Dimana Kayu Bengkok, Disanalah Musang Meniti

Ara tak bergetah
Artinya : Suatu perkara yang mustahil.

Harimau ditakuti karena giginya
Artinya : Orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya

Kera dapat bunga
Artinya : Mendapatkan sesuatu yang tak dapat dipergunakan (tidak bermanfaat).

Bagai pelita kehabisan minyak
Artinya : Tidak berseri-seri lagi

Tinggi banir tempat berlindung
Artinya : Setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya

Seperti menating minyak penuh
Artinya :

  1. Diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dan sebagainya)
  2. Memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dan sebagainya)

Berhampar lapik, berlicin daun
Artinya : Bermufakat dalam mencari penyelesaian dari suatu permasalahan dengan setulus hati (tanpa menyembunyikan perasaan buruk).

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kain Tak Bertepi

Cepat tangan terjembakan, cepat kaki terlangkahkan, cepat mulut terkatakan
Artinya : Kurang berpikir dalam melakukan suatu perbuatan pada akhirnya bisa mendatangkan kesulitan.

Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi
Artinya : Kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

Bagai ular dengan legundi
Artinya : Sangat terpikat. (legundi = sejenis tumbuhan)

Laksana lemping terbuang
Artinya : Bagi orang yang berada/mampu benda-benda yang sedikit itu tidaklah berguna, tetapi bagi orang yang kurang berada/miskin benda-benda itu sangatlah besar artinya.

Tercoreng arang di muka
Artinya : Mendapat malu.

Kais pagi makan pagi, kais petang makan petang
Artinya : Orang miskin yang harus bekerja setiap waktu.

Sudah tahu asam garamnya
Artinya : Sudah diketahui keadaannya.

Masih berbau pupuk jeringau
Artinya : Masih muda sekali (belum berpengalaman)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Alu Penumbuk Emping

Berpilin-pilin bagai kelindan
Artinya : Sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi

Bagai timun dendang, di luar merah, di dalam pahit
Artinya : Orang yang bermulut manis namun berhati busuk.

Kuat ketam karena sepit
Artinya : Seseorang ditakuti hanya selama ia berkuasa

Hitam sebagai kuali
Artinya : Sangat hitam

Tohok lembing ke semak
Artinya : (perbuatan yang) sia-sia

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Dicukur-cukur Rambut, Tumbuh Juga Semula”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *