Info Pendidikan Terbaru Peribahasa 2 Arti Peribahasa Dikatakan Mati Emak, Tak Dikatakan Mati Bapa

2 Arti Peribahasa Dikatakan Mati Emak, Tak Dikatakan Mati Bapa

Arti Peribahasa Dikatakan Mati Emak, Tak Dikatakan Mati Bapa

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Dikatakan Mati Emak, Tak Dikatakan Mati Bapa

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Dikatakan mati emak, tak dikatakan mati bapa

  1. Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit
  2. berada dalam keadaan yang serba salah.

Kesimpulan

Arti peribahasa dikatakan mati emak, tak dikatakan mati bapa adalah menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit; berada dalam keadaan yang serba salah.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa dikatakan mati emak, tak dikatakan mati bapa, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Harum Semerbak Mengandung Mala

Masih berbau pupuk jeringau
Artinya : Masih muda sekali (belum berpengalaman)

Jiwa bergantung di ujung rambut
Artinya : Selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya

Tak terkayuhkan lagi biduk hilir
Artinya : Sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)

Sebab pulut santan binasa, sebab mulut badan binasa
Artinya : Musibah/malapetaka/kesulitan yang timbul akibat berbicara yang tidak seharusnya.

Umpama anjing makan muntahnya
Artinya : Orang yang tamak dan tidak memilih apa yang akan diperbuatnya.

Hati bagai pelepah, jantung bagai jantung pisang
Artinya : Orang yang tidak berperasaan.

Anak ayam kehilangan induk
Artinya : Ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan

Entak sedegam, langkah sepijak
Artinya :

  1. Seia-sekata
  2. sepakat. (degam = bunyi gemuruh)

Bertabur bijan ke tasik
Artinya : Membuang-buang uang (waktu dan tenaga)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sungguh Berjanggut Tiada Berjubah

Hutang samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula
Artinya : Hutang yang dulu belum dibayar, tetapi sekarang berhutang lagi. (kajang =benda yang dianyam dari daun nipah)

Buta baru celik melihat
Artinya : Menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dan sebagainya)

Kapal satu nakhoda dua
Artinya : Satu pekerjaan yang dikepalai dua orang

Neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan
Artinya : Pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

Angguk bukan, geleng ia
Artinya : Lain di mulut lain di hati

Bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti
Artinya : Berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)

Ibarat perahu takkan karam sebelah
Artinya : Kaum keluarga yang ikut bersimpati atas kecelakaan/musibah yang menimpa kerabatnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tinggi Di Laga, Rendah Geleparnya

Syarak yang mengata, adat yang memaksa
Artinya : Setiap daerah mempunyai adat-istiadat yang berbeda, tetapi pada dasarnya dengan tujuan yang sama.

Berkuah air mata
Artinya : Menderita.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Artinya :

  1. Karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat
  2. Hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk

Gula di mulut, ikan dalam belanga
Artinya : Sudah dalam kekuasaan kita

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Dikatakan Mati Emak, Tak Dikatakan Mati Bapa”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *