Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Disangka Panas Sampai Ke Petang, Kiranya Hujan Tengah Hari

Arti Peribahasa Disangka Panas Sampai Ke Petang, Kiranya Hujan Tengah Hari

Arti Peribahasa Disangka Panas Sampai Ke Petang, Kiranya Hujan Tengah Hari

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Disangka Panas Sampai Ke Petang, Kiranya Hujan Tengah Hari

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Disangka panas sampai ke petang, kiranya hujan tengah hari

Disangka akan baik atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa kesulitan, sehingga jatuh melarat/hina.

Kesimpulan

Arti peribahasa disangka panas sampai ke petang, kiranya hujan tengah hari adalah disangka akan baik atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa kesulitan, sehingga jatuh melarat/hina.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa disangka panas sampai ke petang, kiranya hujan tengah hari, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dahulu Sorak Kemudian Tohok

Seperti ikan dalam belat
Artinya : Tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)

Hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah
Artinya : Orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain

Indah kabar dari rupa
Artinya :

  1. Berita yang tersebar biasanya lebih hebat daripada kenyataan yang sebenarnya
  2. Biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya
  3. Biasanya kabar lebih baik daripada keadaan yang sebenarnya

Bajak sudah terdorong ke bancah
Artinya : Sudah terlanjur (tidak dapat kembali)

Masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri
Artinya : Tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)

Seperti bunyi gong pecah
Artinya : Suara yang tidak enak/bagus didengar.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sebab Tiada Tahu Menari Dikatakan Tanah Lembab

Musang terjun, lantai terjungkat
Artinya : Terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat

Berpilin-pilin bagai kelindan
Artinya : Sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi

Kapal satu nakhoda dua
Artinya : Satu pekerjaan yang dikepalai dua orang

Manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan
Artinya : Segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak

Sudah tahu peria pahit
Artinya : Penyesalan yang sia-sia saja (sebab sudah tahu kurang baik, tetapi diperbuat juga)

Sehina semalu
Artinya :

  1. Seia sekata
  2. Senasib

Bagai enau di dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing
Artinya : Tidak sepakat dalam suatu perbincangan.

Bagai gadis jolong menumbuk
Artinya : Rajin dan bersungguh-sungguh.

Hilang dicari, terapung digenangi, terbenam diselami
Artinya :

  1. Memeriksa dengan teliti
  2. menolong seseorang yang sedang berada dalam kesulitan.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Berhanyut Ke Hilir Mengepit Kemudi Sajalah

Seperti kera dapat bunga
Artinya : Tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dan sebagainya)

Bagai empedu lekat di hati
Artinya : Sangat karib/akrab.

Seperti emas baru disepuh
Artinya : Kecantikan seorang wanita yang luar biasa.

Pelanduk di cerang rimba pelanduk di dalam cerang
Artinya : Sangat gelisah ketakutan

Anak seorang, penaka tidak
Artinya : Mempunyai barang yang hanya sebuah saja.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Disangka Panas Sampai Ke Petang, Kiranya Hujan Tengah Hari”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *