Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Disangkakan Langit Itu Rendah, Dipandang Dekat, Dicapai Tak Dapat

Arti Peribahasa Disangkakan Langit Itu Rendah, Dipandang Dekat, Dicapai Tak Dapat

Arti Peribahasa Disangkakan Langit Itu Rendah, Dipandang Dekat, Dicapai Tak Dapat

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Disangkakan Langit Itu Rendah, Dipandang Dekat, Dicapai Tak Dapat

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Disangkakan langit itu rendah, dipandang dekat, dicapai tak dapat

Suatu pekerjaan hendaklah dicoba terlebih dulu sebelum mengatakan mudah atau susah.

Kesimpulan

Arti peribahasa disangkakan langit itu rendah, dipandang dekat, dicapai tak dapat adalah suatu pekerjaan hendaklah dicoba terlebih dulu sebelum mengatakan mudah atau susah.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa disangkakan langit itu rendah, dipandang dekat, dicapai tak dapat, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kecek Bagai Bunyi Merendang Kacang

Gadai terdorong ke pajak, sehari sebulan juga
Artinya : Perbuatan yang terlanjur (walaupun hanya berbuat sedikit, akibatnya sama juga dengan yang berbuat banyak).

Bertemu teras dengan beliung
Artinya : Dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras

Mengajar orang tua makan dadih
Artinya : Mengajar orang yang lebih pandai

Tepuk dada tanya selera
Artinya : Pertimbangkan segala sesuatu sebelum melakukan suatu pekerjaan.

Kalau baik disebut orang, kalau jahat jahatlah
Artinya : Perbuatan yang baik akan disebut baik, sedangkan perbuatan yang jahat akan disebut jahat.

Bagai keluang bebar petang
Artinya : Ramai-ramai berkerumun

Berkelahi dalam mimpi
Artinya : Berlelah-lelah dengan sia-sia

Embacang buruk kulit
Artinya : Kelihatannya tidak bagus/baik, tetapi sebenarnya sangat bagus/baik.

Lelar makan di upih, lagi putih lagi dikeruk
Artinya : Perbuatan yang didasari hawa nafsu pada akhirnya hanya akan mendatangkan kesulitan/malapetaka dan penyesalan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berbilang Dari Esa, Mengaji Dari Alif

Ganti menggantikan tikar lepas bantal berganti tikar
Artinya : Mengawini istri kakak atau adik yang meninggal atau menikahi suami kakak atau adik yang meninggal

Khatib lalu khatib mati, bilal lalu bilal mati
Artinya : Tempat yang berbahaya.

Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera
Artinya : Kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain

Manusia punya asa, Tuhan punya kuasa
Artinya : Manusia hanya bisa berharap, sementara itu Tuhanlah yang mampu membuatnya terjadi.

Bagai tanah pelempar balam, kalau mujur tiba di balam, kalau tidak surut ke tanah
Artinya : Berusaha tanpa bersungguh-sungguh.

Maksud bagai maksud manau
Artinya : Menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Baca Juga :  Arti Peribahasa Macam Ular Kekenyangan

Menunjukkan ilmu kepada orang menetak
Artinya : Nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya

Tahu diereng dengan gendeng
Artinya : Bermain judi dengan mata dadu genap atau ganjil.

Canggung seperti antan dicungkilkan duri
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan yang bukan seharusnya.

Mencari belalang atas akar
Artinya : Pekerjaan yang sia-sia

Jerat halus kelindan sutera
Artinya : Tipu muslihat yang sangat halus.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Disangkakan Langit Itu Rendah, Dipandang Dekat, Dicapai Tak Dapat”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *