Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Dua Ekor Gajah Berjuang, Seekor Kancil Mati Tersepit Di Tengah

Arti Peribahasa Dua Ekor Gajah Berjuang, Seekor Kancil Mati Tersepit Di Tengah

Arti Peribahasa Dua Ekor Gajah Berjuang, Seekor Kancil Mati Tersepit Di Tengah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Dua Ekor Gajah Berjuang, Seekor Kancil Mati Tersepit Di Tengah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Dua ekor gajah berjuang, seekor kancil mati tersepit di tengah

Orang kecil yang ikut campur urusan antara orang-orang besar/berkuasa, pada akhirnya ia sendiri yang akan binasa/mengalami kesulitan.

Kesimpulan

Arti peribahasa dua ekor gajah berjuang, seekor kancil mati tersepit di tengah adalah orang kecil yang ikut campur urusan antara orang-orang besar/berkuasa, pada akhirnya ia sendiri yang akan binasa/mengalami kesulitan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa dua ekor gajah berjuang, seekor kancil mati tersepit di tengah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Agama Tanpa Ilmu, Lumpuh

Luka sudah hilang, parutnya tinggal juga
Artinya : Orang yang berselisih meskipun sudah berdamai, tetapi kenangan-kenangannya masih teringat juga.

Hidung seperti dasun tunggal
Artinya :

  1. Bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang
  2. Mancung

Ular bukan, ikan pun bukan
Artinya : Tidak dapat ditentukan baik buruknya.

Berhampar lapik, berlicin daun
Artinya : Bermufakat dalam mencari penyelesaian dari suatu permasalahan dengan setulus hati (tanpa menyembunyikan perasaan buruk).

Bak ras kuda pula kukuran
Artinya : Orang miskin bertingkah seperti orang kaya.

Mengisap mencarak, mencucup benak
Artinya : Terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Air Yang Tenang, Jangan Disangka Tiada Berbuaya

Sudah baik kedudukannya, tidak tempatnya
Artinya : Tidak pantas.

Adat teluk timbunan kapal
Artinya : Biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)

Seperti labu dibenam
Artinya : Sangat congkak

Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau
Artinya : Segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

Lenggang bagai sirih jatuh, tak tahu di tampuk layu
Artinya : Orang yang tidak sadar akan kekurangan pada dirinya.

Seperti badak makan anaknya
Artinya : Orang tua yang tega mencelakakan anaknya sendiri.

Tiada lepas dari bibir
Artinya : Suatu pekerjaan yang masih dalam tahap perencanaan (belum dikerjakan sama sekali).

Hujan jatuh ke pasir
Artinya : Kebaikan yang tidak terbalas

Anak halal zadah
Artinya : Tidak memiliki status apapun.

Dicoba-coba bertanam mumbang, moga-moga tumbuh kelapa
Artinya : Dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang hasil, moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil

Baca Juga :  Arti Peribahasa Terlindung Oleh Sanggul

Kalau sumpit tak berisi, mana boleh ditegakkan
Artinya : Kalau perut tidak diisi, tentu tidak akan dapat melakukan pekerjaan.

Rupa harimau, hati tikus
Artinya : Kelihatannya gagah berani, tetapi sebenarnya penakut

Kecil-kecil lada api padi, kutuk
Artinya : Kecil tetapi berani (pandai dan sebagainya)

Telah jadi indarus
Artinya :

  1. Telah kalah
  2. Kalah main (judi dan sebagainya)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Dua Ekor Gajah Berjuang, Seekor Kancil Mati Tersepit Di Tengah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *