Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Dulu Rampak Rimbun Daun, Kini Sangat Merarasi

Arti Peribahasa Dulu Rampak Rimbun Daun, Kini Sangat Merarasi

Arti Peribahasa Dulu Rampak Rimbun Daun, Kini Sangat Merarasi

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Dulu Rampak Rimbun Daun, Kini Sangat Merarasi

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Dulu rampak rimbun daun, kini sangat merarasi

Dulu kaya dan rupawan, tetapi kini papa dan buruk rupa. (raras = gugur, luruh)

Kesimpulan

Arti peribahasa dulu rampak rimbun daun, kini sangat merarasi adalah dulu kaya dan rupawan, tetapi kini papa dan buruk rupa. (raras = gugur, luruh)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa dulu rampak rimbun daun, kini sangat merarasi, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Sudah di depan mata
Artinya : Sudah dekat (hampir datang)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hendak Kaya Berdikit-dikit, Hendak Tuah Bertabur Urai, Hendak Berani Berlawan Ramai

Bagai jampuk kesiangan hari
Artinya : Kebingungan atau termenung karena kehilangan akal

Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja deras
Artinya : Orang yang mampu dan berilmu, segala maksudnya mudah tercapai.

Tiada terempang peluru oleh ilalang
Artinya : Kehendak orang yang berkuasa tidak akan dapat ditahan oleh orang yang lemah.

Lidah tidak bertulang, salah petik jiwa hilang
Artinya : Orang yang mendapatkan kemalangan karena tidak bisa menjaga tutur katanya. (petik = gerak lidah)

Anjing biasa makan tahi, jika tak makan mencium ada juga
Artinya : Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya.

Lading tajam sebelah
Artinya : Selalu mau menerima pemberian, tetapi segan memberi

Adat pulau limburan pasang
Artinya :

  1. Adat hidup ialah saling membantu
  2. yang kaya membantu yang miskin, yang berilmu membantu yang bodoh, dan yang berkuasa melindungi yang lemah.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Jika Pandai Menggunting, Hendaklah Pandai Menjahitnya

Ikan biar dapat, serampang jangan pukah
Artinya : Biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan

Dibuat karena Allah, menjadi murka Allah
Artinya : Dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik

Keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan masuk tidak genap, keluar tidak ganjil
Artinya : Hal (orang) yang tidak terpandang sedikit juga dalam masyarakat

Rugi menentang laba, jerih menentang boleh
Artinya : Supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu

Di luar merah di dalam pahit
Artinya : Kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

Serigala dengan anggur
Artinya : Sikap seseorang yang mencela sesuatu yang sangat diingininya dan berusaha memerolehnya, tetapi gagal

Garam tumpah apakah tempatnya?
Artinya : Orang miskin/hina yang meninggal dan tidak dihiraukan orang banyak.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jangan Sampai Sesat Barat, Sepuluh Kali Diukur, Sekali Dikerat

Mengegungkan gung pesuk
Artinya : Membanggakan kekayaan (kemuliaan) masa lampau

Apa payahnya menggoyangkan lidah
Artinya : Banyak janji tetapi tidak ditepati.

Berkain tak cukup sebelit pinggang
Artinya : Kemiskinan/kemelaratan yang teramat sangat.

Tanam ilalang tak akan tumbuh padi
Artinya : Perbuatan jahat tidak akan mendapatkan hasil yang baik karena suatu saat pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya.

Diam penggali berkarat, diam ubi berisi
Artinya : Pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Dulu Rampak Rimbun Daun, Kini Sangat Merarasi”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *