Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Enggang Lalu Ranting Patah

Arti Peribahasa Enggang Lalu Ranting Patah

Arti Peribahasa Enggang Lalu Ranting Patah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Enggang Lalu Ranting Patah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Enggang lalu ranting patah

Suatu sebab yang secara kebetulan meninggalkan akibatnya.

Kesimpulan

Arti peribahasa enggang lalu ranting patah adalah suatu sebab yang secara kebetulan meninggalkan akibatnya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa enggang lalu ranting patah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan

Bersalai tidak berapi
Artinya : Mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami

Baca Juga :  Arti Peribahasa Apa Yang Kurang Pada Belida, Sisik Ada Tulang Pun Ada

Bergantung pada rambut sehelai
Artinya : Berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)

Bagai melompati pagar tiga hasta, akan dilompati rendah, akan dilangkahi tinggi
Artinya : Suatu keadaan yang serba salah.

Tergolek pada yang indah
Artinya : Mendapatkan musibah dari perkara kecil.

Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan
Artinya : Bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

Tumbuk tanak terserah kepada badan seorang
Artinya : Berusaha untuk hidup mandiri, walaupun banyak orang yang menawarkan pertolongan.

Berselimut kain cukin, ditutup kepala kaki terbuka, ditutup kaki kepala terdedah
Artinya : Serba tak cukup. (cukin = kain kecil penutup dada pada waktu makan)

Semanis-manisnya gula ada pasir di dalamnya, sepahit-pahitnya mambu kelatnya menjadi obat
Artinya : Kata-kata manis terkadang bisa menipu, sedangkan kata-kata keras/kasar terkadang bisa bermanfaat karena berisi nasihat.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Kijang Lepas Ke Rimba

Harta orang hendak digalas
Artinya : Seseorang yang menginginkan harta milik orang lain.

Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi
Artinya : Setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan

Mulut kamu, harimau kamu
Artinya : Keselamatan dan harga diri kita bergantung pada perkataan kita sendiri

Seekor kerbau membawa lumpur, semua habis terpalit
Artinya : Satu orang yang berbuat jahat, semuanya terkena akibatnya.

Jikalau tidak berada-ada, masakan tempua bersarang rendah
Artinya : Segala sesuatu tentu ada sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), sehingga terjadi demikian.

Seperti harimau menunjukkan kukunya
Artinya : Berusaha menonjolkan diri terhadap orang lain.

Ijuk tak bersagar, lurah tak berbatu
Artinya : Tidak memiliki saudara yang dihormati orang.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Harta Orang Hendak Dikebas

Setolok bagai gelang, setempa bagai cincin
Artinya : Perihal suami isteri yang sangat sepadan/cocok.

Di bawah ketiak orang
Artinya : Berada dibawah kekuasaan orang lain.

Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya
Artinya : Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.

Berlayar sambil memapan
Artinya : Menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Enggang Lalu Ranting Patah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *