Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Engkau Belum Mencapai Pengayuh, Aku Telah Sampai Seberang

Arti Peribahasa Engkau Belum Mencapai Pengayuh, Aku Telah Sampai Seberang

Arti Peribahasa Engkau Belum Mencapai Pengayuh, Aku Telah Sampai Seberang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Engkau Belum Mencapai Pengayuh, Aku Telah Sampai Seberang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Engkau belum mencapai pengayuh, aku telah sampai seberang

Tujuan orang dapat diketahui hanya dengan melihat tingkah laku atau cara bicaranya.

Kesimpulan

Arti peribahasa engkau belum mencapai pengayuh, aku telah sampai seberang adalah tujuan orang dapat diketahui hanya dengan melihat tingkah laku atau cara bicaranya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa engkau belum mencapai pengayuh, aku telah sampai seberang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Cempedak Berbuah Nangka

Bermimpi mendapat emas, takkan membuat pura, bermimpi mendapat padi, takkan membuat lumbung
Artinya : Sebelum menasihati supaya berdamai dalam sesuatu perselisihan, hendaklah melihat lebih dahulu jika perselisihan itu seperti mimpi yang tidak dapat diterima sebagai suatu kenyataan.

Sudah gaharu cendana pula sudah tahu bertanya pula
Artinya : Pura-pura tidak tahu

Bagai cacing gila
Artinya : Perempuan yang suka bepergian, bertandang, dsb.

Bagai tembilang bagai penggali, begitu yang hilang begitu pengganti
Artinya : Sesuatu yang hilang diganti dengan hal sama. (tembilang = alat penggali lubang)

Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung
Artinya : Segala sesuatu ada tata caranya

Kalau tiada padi sebarang kerja tak jadi
Artinya : Kalau tidak ada mata pencaharian yang tetap, tentu kehidupan akan menjadi susah.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kaki Tertarung, Inai Padahannya Mulut Terdorong, Emas Padahannya

Rumah buruk disapu cat
Artinya : Orang tua yang suka bersolek/berdandan.

Duduk sehamparan, tegak sepematang
Artinya : Dua orang yang sama derajatnya di dalam adat.

Kapur di hujung telunjuk
Artinya : Tidak dapat menolong sanak saudara.

Kuat gajah terdorong, kuat harimau terlompat-lompat
Artinya : Orang besar/berkuasa yang menyalahgunakan kekuasaannya.

Darah se tampuk pinang
Artinya : Masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)

Anak harimau diajar makan daging
Artinya : Orang yang zalim diberi perangsang/pembangkit untuk melakukan penganiayaan.

Bagai anjing beranak enam
Artinya : Orang yang sangat dibenci oleh masyarakat.

Terikat kaki tangan
Artinya : Tidak bebas (berkuasa) lagi

Dalam laut boleh diduga, dalam hati siapa tahu
Artinya : Pengetahuan (pemiikiran) seseorang tidak dapat diduga.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Anak Panah Yang Lepas Dari Busurnya, Tak Dapat Dikendalikan

Silap mata pecah kepala
Artinya :

  1. Kalau kurang waspada dalam suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa
  2. Kalau kurang penjagaan dalam suatu pekerjaan yang berbahaya, binasalah akhirnya

Bagai bunyi cempedak jatuh
Artinya : Bunyi seperti barang berat jatuh

Seperti bujuk lepas dari bubu
Artinya : Menghilang cepat setelah lepas dari bahaya

Seperti daun delima dengan bunganya
Artinya : Hidup yang tidak berguna.

Dagangan bersambut yang dijualnya
Artinya : Cerita dari orang lain yang diceritakannya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Engkau Belum Mencapai Pengayuh, Aku Telah Sampai Seberang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *