Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Gabak Di Hulu Tanda Akan Hujan, Ceuang Di Langit Tanda Akan Panas

Arti Peribahasa Gabak Di Hulu Tanda Akan Hujan, Ceuang Di Langit Tanda Akan Panas

Arti Peribahasa Gabak Di Hulu Tanda Akan Hujan, Ceuang Di Langit Tanda Akan Panas

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Gabak Di Hulu Tanda Akan Hujan, Ceuang Di Langit Tanda Akan Panas

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Gabak di hulu tanda akan hujan, ceuang di langit tanda akan panas

Tanda-tanda akan terjadi sesuatu. (gabak = redup)

Kesimpulan

Arti peribahasa gabak di hulu tanda akan hujan, ceuang di langit tanda akan panas adalah tanda-tanda akan terjadi sesuatu. (gabak = redup)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa gabak di hulu tanda akan hujan, ceuang di langit tanda akan panas, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Degar-degar Merapati

Tinggal di tabung diuntungkan, tinggal di aweh dikiraikan
Artinya : Segala sesuatu telah diberikan sepenuhnya.

Yang buntal kutil-mengutil, yang jerung luluh-meluluh
Artinya : Yang miskin hidup melarat, sedangkan yang kaya boros berbelanja.

Ke sungai sambil mandi
Artinya : Sekali melakukan pekerjaan, dua-tiga maksud tercapai.

Bekas tertarung lagi terkenang, apa pula hubungan nyawa
Artinya : Tidak pernah lupa.

Macam orang biduk
Artinya : Orang yang makan dan minum bersama-sama, tetapi bayar sendiri-sendiri.

Disuruh dituruti, berserah sekehendak hati
Artinya : Harap-harap percaya tidak.

Pusat jala pumpunan ikan
Artinya :

  1. (menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan)
  2. Pusat pemerintahan

Lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan
Artinya : Sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kaki Tertarung, Inai Padahannya Mulut Terdorong, Emas Padahannya

Sedekat-dekatnya tepi kain, dekat juga dengan bebat
Artinya : Betapa pun dekatnya hubungan kita dengan orang lain, masih lebih dekat dengan keluarga/kerabat sendiri.

Dada manusia tidak dapat diselam
Artinya : Pengetahuan (pemikiran) seseorang tidak dapat diduga.

Kura-kura kakinya tiada basah
Artinya : Mendapatkan keuntungan tanpa perlu bersusah-payah.

Telah meraba-raba tepi kain
Artinya :

  1. Sudah sakit payah
  2. Sudah hampir meninggal

Kemiri jatuh ke pangkalnya
Artinya :

  1. Beroleh tempat yang pantas
  2. Kembali ke tempat asalnya

Hulu mujur pandai bertenggang bertengkar, hulu baik pandai memakai
Artinya : Pandai hidup dan pandai bergaul

Sedap dahulu pahit kemudian
Artinya : Bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jika Menebang Menuju Pangkal, Jika Melanting Menuju Tangkai

Bersutan di mata beraja di hati
Artinya : Orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang

Takkan ada katak beranak ular
Artinya : Seseorang yang berjiwa pengecut selamanya tidak akan menjadi pemberani.

Berlidah di lidah orang
Artinya : Hanya menurut perkataan orang saja

Angkuh terbawa, tampan tertinggal
Artinya : Baik rupanya, tetapi buruk sikap/perilakunya.

Seperti birah tumbuh di tepi lesung
Artinya : Lekas subur (besar)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Gabak Di Hulu Tanda Akan Hujan, Ceuang Di Langit Tanda Akan Panas”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *