Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Gajah Masuk Kampung, Kalau Kayu Tak Tumbang, Rumput Layu Juga

Arti Peribahasa Gajah Masuk Kampung, Kalau Kayu Tak Tumbang, Rumput Layu Juga

Arti Peribahasa Gajah Masuk Kampung, Kalau Kayu Tak Tumbang, Rumput Layu Juga

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Gajah Masuk Kampung, Kalau Kayu Tak Tumbang, Rumput Layu Juga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Gajah masuk kampung, kalau kayu tak tumbang, rumput layu juga

Orang berkuasa yang berbuat sekehendak hatinya di lingkungan orang lemah/kecil/rendahan.

Kesimpulan

Arti peribahasa gajah masuk kampung, kalau kayu tak tumbang, rumput layu juga adalah orang berkuasa yang berbuat sekehendak hatinya di lingkungan orang lemah/kecil/rendahan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa gajah masuk kampung, kalau kayu tak tumbang, rumput layu juga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tanah Tumpah Darahku

Dijual sayak, dibeli tempurung
Artinya : Sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama

Terajar pada banting pincang
Artinya : Tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

Pengayuh sama di tangan, perahu sama di air
Artinya : Tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya

Laksana lembu kasi, galak saja tiada melawan
Artinya : Orang yang tubuhnya besar dan suka menggertak, tetapi sebenarnya penakut.

Delapan tapak bayang-bayang
Artinya : Alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Seekor kerbau berkubang, sekandang kena luluknya
Artinya : Seorang berbuat salah, semua terbawa-bawa (terkena akibatnya)

Yang buntal kutil-mengutil, yang jerung luluh-meluluh
Artinya : Yang miskin hidup melarat, sedangkan yang kaya boros berbelanja.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Menghela Rambut Dalam Tepung

Nafsu tidak bertepi
Artinya : Keinginan hati yang tidak ada batasnya.

Diserakkan padi awak diimbaukan orang lain
Artinya : Orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan

Lagi teduh, lagi berkajang
Artinya : Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Harta pulang ke tuan
Artinya : Sudah pada tempatnya.

Langit yang tinggi hendak ditampar, bumi yang dipijak tak dapat dicapai
Artinya : Berhajat/menginginkan pangkat yang tinggi, sedangkan pangkat rendah pun tidak dimiliki.

Jika langkah sudah terlangkahkan, berpantang dihela surut
Artinya : Suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai

Ditanam tebu di telinga, berkembang bunga raya di muka
Artinya : Merasa gembira karena mendengar pujian untuknya.

Labu dikerobok tikus
Artinya : Gadis yang bukan perawan lagi

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Orang Penghisap Candu, Dengan Candu Sampai Mati

Bagai jampuk kesiangan hari
Artinya : Kebingungan atau termenung karena kehilangan akal

Engkau belum mencapai pengayuh, aku telah sampai seberang
Artinya : Tujuan orang dapat diketahui hanya dengan melihat tingkah laku atau cara bicaranya.

Menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis
Artinya : Menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya

Telah busuk maka dipeda
Artinya : Berbuat sesuatu yang telah terlambat

Memakuk dengan punggung lading
Artinya : Sangat menyakiti hati orang

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Gajah Masuk Kampung, Kalau Kayu Tak Tumbang, Rumput Layu Juga”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *