Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Gajah Pengangkut Lada, Kuda Pelejang Bukit

Arti Peribahasa Gajah Pengangkut Lada, Kuda Pelejang Bukit

Arti Peribahasa Gajah Pengangkut Lada, Kuda Pelejang Bukit

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Gajah Pengangkut Lada, Kuda Pelejang Bukit

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Gajah pengangkut lada, kuda pelejang bukit

Anak muda yang menjadi pesuruh orang karena diberikan pujian. (lejang = melompat sambil berlari)

Kesimpulan

Arti peribahasa gajah pengangkut lada, kuda pelejang bukit adalah anak muda yang menjadi pesuruh orang karena diberikan pujian. (lejang = melompat sambil berlari)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa gajah pengangkut lada, kuda pelejang bukit, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Terang kabut, teduh hujan
Artinya : Telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dikati Sama Berat, Diuji Sama Merah

Sembunyi tuma kepala tersuruk ekor kelihatan
Artinya :

  1. Merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak
  2. Menutup-nutupi perbuatan jahat yang sudah diketahui orang

Tabuhan meminang anak laba-laba
Artinya : Mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan perjuanganya.

Sepesan anak beranak, anaknya beranak menggigit pula
Artinya : Cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)

Enau mencari sigai
Artinya : Perempuan yang mencari lelaki.

Seludang menolak mayang
Artinya : Telah kelihatan/diketahui isi hatinya.

Nikah maharaja bumi
Artinya : Kawin/menikah tanpa mengeluarkan biaya (atau mengeluarkan sedikit biaya saja).

Bagai jawi belang puntung, didahulukan dia menyepak, dikemudiankan dia menanduk
Artinya : Orang bodoh yang tidak bisa diajak berunding. (jawi = lembu) (belang puntung = merah kehitam-hitaman)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kelimpanan Mata Dek Pengelan

Bersesak-sesak bagai ular tidur
Artinya : Seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang

Setempuh lalu, sebondong surut
Artinya : Tetap bersatu hati

Gaya saja, rasanya wallah
Artinya : Rupanya saja yang elok, tetapi tingkah laku dan budi bahasanya buruk.

Leka di kerak jarang, kuku habis perut tak kenyang, burung terbang dipipiskan lada
Artinya : Mengerjakan suatu pekerjaan yang merugikan. (leka = asyik, lalai)

Berharga di atas rupa, bercupak di atas tumbuh
Artinya : Segala sesuatu hendaklah berada pada tempatnya.

Kalau getah meleleh, kalau daun melayang
Artinya : Dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh

Kelalaian menjemput pencuri
Artinya : Kelalaian yang akhirnya mendatangkan kerugian.

Diminta tebu diberi tembarau
Artinya : Apa yang diberikan berbeda dengan yang diminta. (tembarau = gelagah,Erianthus Arundinaceus)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sudah Uban Baru Berguam

Bagai jawi terkurung
Artinya : Sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat

Enggang apa kepada enggang, orang apa kepada orang
Artinya : Memang mudah memerintah orang lain untuk berbuat berbagai hal, tetapi sangat sulit untuk mengerjakannya sendiri.

Badai makan anak
Artinya : Seorang ayah yang membuang anaknya karena takut kebesarannya hilang.

Terdorong gajah karena besarnya
Artinya : Berbuat sesuatu yang kurang baik karena kekuasaannya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Gajah Pengangkut Lada, Kuda Pelejang Bukit”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *