Info Pendidikan Terbaru Peribahasa 2 Arti Peribahasa Geruh Luka Ajal Mati

2 Arti Peribahasa Geruh Luka Ajal Mati

Arti Peribahasa Geruh Luka Ajal Mati

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Geruh Luka Ajal Mati

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Geruh luka ajal mati

  1. Jika masih beruntung, hanya akan luka saja
  2. jika sudah tidak beruntung, mati.

Kesimpulan

Arti peribahasa geruh luka ajal mati adalah jika masih beruntung, hanya akan luka saja; jika sudah tidak beruntung, mati.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa geruh luka ajal mati, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Jatuh diimpit tangga
Artinya : Ditimpa kesukaran berturut-turut

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hujan Berbalik Ke Langit

Sial bercampur malang
Artinya :

  1. Bernasib naas
  2. sangat sial.

Kepala tersangkut dengan kulit babi
Artinya : Mendapatkan malu yang teramat sangat.

Seperti gajah masuk kampung
Artinya : Orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah

Tampak benar lurah tak berbatu, ijuk tak bersagar
Artinya : Orang miskin yang sering mendapatkan penghinaan dari orang lain.

Bak anjing tersepit
Artinya : Ketika menderita, merendah dan meminta tolong, jika sudah terlepas dari kesusahan, meninggikan diri kembali.

Ada kerak, ada nasi
Artinya : Setiap kejadian itu tentu ada bekasnya.

Siapa yang gatal, dialah yang menggaruk
Artinya : Orang yang berkehendak (ingin), dialah yang harus berbuat sendiri

Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang
Artinya : Digunakan/dilakoni untuk sementara waktu saja, sementara belum ada yang lebih baik.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tali Di Dalam Bungkusan, Digerek Tikus Apa Gunanya

Ikan di kuali, habis melompat
Artinya : Nasib malang/sial.

Tegak berpaling, duduk berkisar
Artinya : Berubah dari apa yang telah dikatakan atau dijanjikan.

Terlihat ikan dalam air, tahu jantan atau betinanya
Artinya : Orang yang bijaksana tahu akan baik dan buruknya sesuatu.

Terpanggang bagai kodok dalam lubang
Artinya : Perihal orang miskin yang mendapatkan kesulitan.

Tiada kayu janjang dikeping
Artinya : Suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu

Hitam-hitam gajah, putih-putih udang kepai
Artinya : Yang hina akan tetap hina (walaupun elok rupanya), yang mulia akan tetap mulia (walaupun buruk rupanya). (udang kepai = udang kecil untuk dibuat belacan)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Durian Seambung Dengan Timun

Sayang akan baju, badan binasa
Artinya : Karena terlalu sayang terhadap keluarga/kerabatnya, ia mendapatkan musibah.

Lain mangkuk lain cawan
Artinya : Tidak sama antara pembawaan dan kesukaan.

Habis miang karena bergeser
Artinya : Segala kesukaran (ketakutan, malu, dan sebagainya) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan

Belalang dapat menuai
Artinya : Dapat keuntungan tanpa disengaja

Berenyai bak hujan pagi
Artinya : Bekerja atau berbicara secara lambat.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Geruh Luka Ajal Mati”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *