Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Getah Meleleh Ke Pangkal, Daun Melayang Jauh

Arti Peribahasa Getah Meleleh Ke Pangkal, Daun Melayang Jauh

Arti Peribahasa Getah Meleleh Ke Pangkal, Daun Melayang Jauh

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Getah Meleleh Ke Pangkal, Daun Melayang Jauh

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Getah meleleh ke pangkal, daun melayang jauh

Anak/kerabat sendiri lebih dikasihi/disayangi dibandingkan dengan anak/kerabat saudara.

Kesimpulan

Arti peribahasa getah meleleh ke pangkal, daun melayang jauh adalah anak/kerabat sendiri lebih dikasihi/disayangi dibandingkan dengan anak/kerabat saudara.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa getah meleleh ke pangkal, daun melayang jauh, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ikat Boleh Diubah, Takuk Bagaimana Mengubahnya?

Berketuk ayam dalam telur
Artinya : Orang bodoh yang turut merundingkan suatu perkara yang tidak diketahuinya.

Telunjuk mencocok merosok, menikam mata jari
Artinya : Merusakkan (mengambil, mencari, dan sebagainya) barang yang sebenarnya harus dijaga

Tak berkain sehelai benang
Artinya : Serba kekurangan/melarat.

Tidak belum (bau) telunjukmu
Artinya :

  1. Tak boleh jadi
  2. Mustahil begitu

Lah baris nan berpahat, lah jalan nan berturut
Artinya : Pekerjaan yang dilakukan dengan menurut aturan.

Lemah liat kayu akar, dilentur boleh dipatah tak dapat
Artinya : Pada lahirnya kelihatan lemah tetapi sebenarnya tidak dapat dipengaruhi atau dipermainkan.

Rendam sesajak air, berpaut sejengkal tali
Artinya : Serba kekurangan/tak cukup.

Asam di darat, ikan di laut garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga
Artinya : Laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bangsa Teling Tipis

Bagai melulur bersitungging
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan dengan terpaksa.

Sudah lepas dari bahunya
Artinya : Sudah tidak lagi menjadi beban/tanggung jawabnya.

Kepala rebah mata melayang, bantal bangkit main wayang
Artinya : Perempuan yang melakukan kejahatan ketika suaminya lengah.

Awak alah gelanggang usai
Artinya : Ditimpa kemalangan yang tidak dapat diatasi.

Kera kena belacan
Artinya : Sangat gelisah (kurang senang dan sebagainya)

Benang arang orang jangan dipijak
Artinya : Jangan mencampuri rumah tangga orang lain.

Tidak berdaging lagi
Artinya : Sudah tidak memiliki harta.

Disisih bagai antah
Artinya :

  1. Diasingkan dari yang lain
  2. Tidak disukai

Bak manik putus tali
Artinya : Air mata yang bercucuran.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jauh Berjalan Banyak Dilihat, Lama Hidup Banyak Dirasa

Adat yang kawi, syarak yang lazim
Artinya : Adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)

Gigi tanggal rawan murah
Artinya : Keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi

Menunjukkan ilmu kepada orang menetak
Artinya : Nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Getah Meleleh Ke Pangkal, Daun Melayang Jauh”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *