Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Hilang Kemarau Setahun Oleh Hujan Sehari

Arti Peribahasa Hilang Kemarau Setahun Oleh Hujan Sehari

Arti Peribahasa Hilang Kemarau Setahun Oleh Hujan Sehari

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Hilang Kemarau Setahun Oleh Hujan Sehari

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Hilang kemarau setahun oleh hujan sehari

Kebaikan yang hilang karena kejahatan walaupun hanya sedikit.

Kesimpulan

Arti peribahasa hilang kemarau setahun oleh hujan sehari adalah kebaikan yang hilang karena kejahatan walaupun hanya sedikit.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa hilang kemarau setahun oleh hujan sehari, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dulu Sorak, Kemudian Tohok

Enggan seribu daya, mau sepatah kata
Artinya : Kalau tidak suka, biasanya banyak alasannya.

Minum darah orang
Artinya : Banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya

Tiada rotan akar pun berguna jadi
Artinya : Kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)

Bagai keli kena ketuk
Artinya : Bersungut-sungut (menggerutu) tanpa tentu ujung pangkalnya.

Lagi teduh, lagi berkajang
Artinya : Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Gajah rompong belalai
Artinya : Raja/orang besar yang sudah tidak berkuasa.

Sudah dianjung dihempaskan
Artinya : Sudah diangkat kemudian dihinakan.

Habis perkara, nasi sudah menjadi bubur
Artinya : Tidak ada gunanya dibicarakan lagi

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kerbau Dipegang Tali Hidungnya, Manusia Dipegang Pada Katanya

Janji sampai, sukatan penuh
Artinya : Sudah sampai ajalnya

Jangan meludah ke langit
Artinya : Jangan mencela orang tua atau saudara sendiri.

Dulu rampak rimbun daun, kini sangat merarasi
Artinya : Dulu kaya dan rupawan, tetapi kini papa dan buruk rupa. (raras = gugur, luruh)

Sesat surut, terlangkah kembali
Artinya : Memperbaiki kesalahan yang telah dibuat

Ada ubi ada batas, ada masa boleh balas
Artinya : Segala perbuatan itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan yang setimpal.

Kepala yu, ekor babi
Artinya :

  1. Suka berpura-pura
  2. bermuka dua.

Hendak bersunting bunga yang belum diseri kumbang
Artinya : Hendak memperisteri anak gadis/perawan.

Luka sudah hilang, parutnya tinggal juga
Artinya : Orang yang berselisih meskipun sudah berdamai, tetapi kenangan-kenangannya masih teringat juga.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ayam Laga Sekandang

Beliung yang besar hayun, kecil makannya
Artinya : Banyak bicara/berteori tetapi hasilnya sedikit.

Hujung lurus, pangkal berkait
Artinya : Kelihatannya baik, tetapi sebenarnya hatinya jahat.

Mana busuk yang tidak berbau
Artinya : Kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

Mamah dulu kemudian telan
Artinya : Setiap pekerjaan hendaklah dilakukan menurut aturan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Hilang Kemarau Setahun Oleh Hujan Sehari”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *