Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Ijuk Tak Bersagar, Lurah Tak Berbatu

Arti Peribahasa Ijuk Tak Bersagar, Lurah Tak Berbatu

Arti Peribahasa Ijuk Tak Bersagar, Lurah Tak Berbatu

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ijuk Tak Bersagar, Lurah Tak Berbatu

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ijuk tak bersagar, lurah tak berbatu

Tidak memiliki saudara yang dihormati orang.

Kesimpulan

Arti peribahasa ijuk tak bersagar, lurah tak berbatu adalah tidak memiliki saudara yang dihormati orang.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ijuk tak bersagar, lurah tak berbatu, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Belayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua, berkata dengan yang pandai
Artinya : Segala pekerjaan akan berjalan baik jika dikerjakan dengan pemimpin yang telah berpengalaman.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Laksana Barang Derham, Sedia Ada Suratan Istanbul

Alah bisa tegal biasa
Artinya :

  1. Sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi
  2. Pengalaman praktik lebih baik daripada teori

Menahan jerat di tempat genting
Artinya : Mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

Seperti lepat dengan daun
Artinya : Tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain

Rumah gedang ketirisan
Artinya : Istri yang tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kepada suami

Di laut angkatan, di darat kerapatan
Artinya : Kekuatan di laut bergantung pada angkatan perang, sedangkan kekuatan di darat bergantung pada rasa persatuan.

Untung melambung, malang menimpa
Artinya : Mendapat kemalangan silih berganti.

Buntat hendak jadi kemala
Artinya : Tidak tahu diri

Kepala sama hitam berbulu, pendapat berlain-lain
Artinya : Tiap orang berlain-lain pendapatnya

Kalau seperti kundur labu, boleh dibelah
Artinya : Untuk menyatakan kebenaran dari suatu perkara.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Memalu Ular Dengan Benih, Ular Jangan Mati, Benih Jangan Rusak

Bagai kain menunjukkan corak bangsanya
Artinya : Rupa dan gaya seseorang menunjukkan asal-usulnya.

Anjing biasa makan tahi, jika tak makan mencium ada juga
Artinya : Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya.

Neraca yang palingan, bungkal yang piawai
Artinya : Sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

Bak orang gombang di lebuh
Artinya : Congkak di tempat lain tetapi rumah tangganya hancur berantakan. (gombang = elok) (lebuh = jalan raya)

Hidup di ujung gurung orang
Artinya : Orang yang hidup melarat

Tiada terbungkam tahi mata dengan empu jari
Artinya : Aib sanak saudara kita tentu kita juga yang akan memikulnya.

Hilang kabus, teduh hujan
Artinya : Telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jadi Alas Cakap

Rumah sudah, tukul berbunyi
Artinya : Memajukan keterangan dan sebagainya sesudah perkara diputuskan

Dimana kayu bengkok, disanalah musang meniti
Artinya :

  1. Dimana tempat yang tidak dijaga dengan baik maka disanalah pencuri datang
  2. orang yang lengah akan mendapat bencana
  3. orang yang bodoh akan dengan mudah ditipu.

Sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang
Artinya : Jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ijuk Tak Bersagar, Lurah Tak Berbatu”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *