Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Ikut Hakim Memiat Daging, Sakit Di Awak Sakitlah Orang

Arti Peribahasa Ikut Hakim Memiat Daging, Sakit Di Awak Sakitlah Orang

Arti Peribahasa Ikut Hakim Memiat Daging, Sakit Di Awak Sakitlah Orang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ikut Hakim Memiat Daging, Sakit Di Awak Sakitlah Orang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ikut hakim memiat daging, sakit di awak sakitlah orang

Suatu perintah hendaklah diterapkan secara adil dan bijaksana. (piat = memiuh ke kiri dan ke kanan)

Kesimpulan

Arti peribahasa ikut hakim memiat daging, sakit di awak sakitlah orang adalah suatu perintah hendaklah diterapkan secara adil dan bijaksana. (piat = memiuh ke kiri dan ke kanan)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ikut hakim memiat daging, sakit di awak sakitlah orang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Adat Hidup Tolong-Menolong, Syariat Palu-Memalu

Berkaul kepada keramat
Artinya : Memohon sesuatu hendaklah pada tempatnya.

Bagai batu jatuh ke lubuk
Artinya : Hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)

Ibarat negeri berubah rasam, ibarat tahun berubah musim
Artinya : Orang yang tidak tetap kedudukannya. (rasam = adat kebiasaan)

Sudah tidak tersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itik
Artinya : Orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar

Walaupun setandan bagi kepala, namun untung berkelainan
Artinya : Rezeki setiap orang berbeda-beda.

Sejak mencecah bumi
Artinya : Sejak kecil

Jalan diasak orang lalu, cupak dipepat orang menggalas
Artinya : Adat istiadat dalam suatu negeri yang diubah oleh orang asing yang tinggal di negeri itu. (diasak = dipindahkan) (orang lalu = peladang) (pepat = rata)

Mendebik mata parang
Artinya : Menentang orang yang berkuasa

Baca Juga :  Arti Peribahasa Cencang Putus Tiang Tumbuk

Di rumah sendiri dapur tak berabu, ke rumah teman pergi berpasak seribu
Artinya : Suka bertandang/bertamu dan makan di rumah orang lain.

Luruh upih pergam datang, suruh putih hitam datang
Artinya : Memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang dihajatkan/diinginkan.

Ranap pertulang, ijuk penebal
Artinya : Mencari penghasilan tambahan.

Berselimut kain cukin, ditutup kepala kaki terbuka, ditutup kaki kepala terdedah
Artinya : Serba tak cukup. (cukin = kain kecil penutup dada pada waktu makan)

Tanam ilalang tak akan tumbuh padi
Artinya : Perbuatan jahat tidak akan mendapatkan hasil yang baik karena suatu saat pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya.

Adat juara kalah-menang, adat saudagar laba-rugi
Artinya : Setiap wilayah memiliki ciri khasnya masing-masing.

Bahasa dan bangsa itu tidak dijual beli
Artinya : Baik dan buruk perilaku seseorang menunjukkan tinggi rendah martabat asal-usulnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Laksana Barang Yang Disadur

Lain lubuk, lain ikannya
Artinya : Adat di masing-masing negeri selalu berlainan.

Untung melambung, malang menimpa
Artinya : Mendapat kemalangan silih berganti.

Tersinggung lebih bagai kena
Artinya : Orang yang cepat marah.

Bersandar di batang rengas, gatalah badan
Artinya : Orang yang berpapasan/bertemu dengan raja/orang besar yang zalim pada akhirnya akan mendapatkan kesulitan.

Ombak yang kecil jangan diabaikan
Artinya : Perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ikut Hakim Memiat Daging, Sakit Di Awak Sakitlah Orang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *