Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Ingin Hati Memandang Pulau, Sampan Ada Pengayuh Tidak

Arti Peribahasa Ingin Hati Memandang Pulau, Sampan Ada Pengayuh Tidak

Arti Peribahasa Ingin Hati Memandang Pulau, Sampan Ada Pengayuh Tidak

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ingin Hati Memandang Pulau, Sampan Ada Pengayuh Tidak

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ingin hati memandang pulau, sampan ada pengayuh tidak

Hendak melakukan suatu pekerjaan tetapi alatnya tidak cukup.

Kesimpulan

Arti peribahasa ingin hati memandang pulau, sampan ada pengayuh tidak adalah hendak melakukan suatu pekerjaan tetapi alatnya tidak cukup.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ingin hati memandang pulau, sampan ada pengayuh tidak, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sudah Terlalu Malam, Apa Hendak Dikata Lagi

Tak beban batu digalas tiada beban mencari beban
Artinya : Sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)

Melarat panjang
Artinya : Selalu dalam kesengsaraan

Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua
Artinya : Sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

Nasi masak periuk pecah
Artinya : Hukuman yang sudah diputuskan tidak dapat dibanding/diganggu-gugat lagi.

Runcing tanduk
Artinya : Sudah terkenal kejahatannya

Bagai anak sepat ketohoran
Artinya : Berbaring bermalas saja

Bagai menyesah kain dapat
Artinya : Memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja

Bagai pintu tak berpasak, perahu tak berkemudi
Artinya : Sesuatu yang membahayakan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Kinantan Hilang Taji

Terlalu panggan jadi hangus
Artinya : Terlalu menyanjung/membanggakan diri dan akhirnya jatuh juga.

Isi dada bekal berjalan
Artinya : Kalau sudah berpengetahuan, kemana pun ia pergi akan mudah mendapatkan rezeki.

Untung sabut timbul, untung batu tenggelam
Artinya :

  1. Untung-untungan
  2. Tidak seorang pun yang dapat menghindari nasibnya

Tak menghangat mendingin
Artinya : Tidak menghiraukan/tidak peduli.

Masuk di dalam kawan gajah berdering
Artinya : Mencoba menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan. (berdering = bunyi genta)

Kesturi mati karena baunya
Artinya : Mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri

Kelapa muda tak berminyak
Artinya : Pemuda yang masih belum ada pengalaman.

Tinggal jangat pembalut tulang
Artinya : Sangat kurus.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tak Benang Batu Digilas

Kasihkan padi buangkan rumput-rumput
Artinya : Jika kasihan pada anak isteri, hendaklah berhenti mengasihi wanita lain.

Telah berasap hidungnya
Artinya : Telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan

Tak tentu kepala ekornya
Artinya : Tak tentu ujung pangkalnya

Membungkus tulang dengan daun talas
Artinya : Menyembunyikan rahasia dengan tidak berhati-hati

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ingin Hati Memandang Pulau, Sampan Ada Pengayuh Tidak”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *