Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Jangan Bagai Babi Merasa Gulai

Arti Peribahasa Jangan Bagai Babi Merasa Gulai

Arti Peribahasa Jangan Bagai Babi Merasa Gulai

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Jangan Bagai Babi Merasa Gulai

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Jangan bagai babi merasa gulai

Orang hina tidak patut/pantas berjodoh dengan orang bangsawan.

Kesimpulan

Arti peribahasa jangan bagai babi merasa gulai adalah orang hina tidak patut/pantas berjodoh dengan orang bangsawan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa jangan bagai babi merasa gulai, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bondong air bondong ikan
Artinya :

  1. Gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kepada kegiatan dan kecakapan pemimpinnya
  2. Orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)
Baca Juga :  Arti Peribahasa Jemur Terkekar Ayam Tiba

Kikir pari belulang kering, direndam tujuh hari tak basah
Artinya :

  1. Terlalu degil atau terlalu kikir
  2. orang yang kuat/berkuasa.

Ombak nya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan
Artinya : Telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

Tinggi terbawa oleh ruas nya
Artinya : Seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar

Genggam-genggam bara, terasa hangat dilepaskan
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan dengan setengah hati/tidak sungguh-sungguh akan terasa sukar dan pada akhirnya akan ditinggalkan tanpa ada manfaatnya.

Tak ber pucuk di atas enau
Artinya : Sangat angkuh (selalu memandang rendah kepada orang lain)

Terapung tak hanyut, tenggelam tak basah
Artinya : Perkara yang tidak pernah berakhir.

Diberi betis hendak paha
Artinya :

  1. Diberi sedikit lalu menginginkan yang banyak (semuanya)
  2. Diberi sedikit minta banyak lagi atau semuanya
Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Anak Sendiri Disayang, Anak Tiri Dibengkeng

Berarak tidak berlari
Artinya : Melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

Berkemudi di haluan, bergilir ke buritan
Artinya : Orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya

Jika salah sebatang dicabut, salah serumpun dibongkar, salah separuh dirambah
Artinya : Hukuman haruslah dijatuhkan menurut besar kecilnya kesalahan yang dilakukan.

Sebelum ajal berpantang-pantang mati
Artinya : Hidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang dapat menentukan.

Sedikit hujan banyak yang basah
Artinya : Kecelakaan yang kecil membawa akibat yang besar

Kata periuk belanga hitam
Artinya : Orang yang mencemooh/mengejek orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.

Aku kalah, engkau tak menang
Artinya : Orang yang tidak mau mengakui kekalahannya.

Bergantung tidak bertali
Artinya : Seorang wanita yang menjadi gundik (isteri tidak sah) atau yang telah ditinggalkan suaminya tetapi belum ditalak/belum resmi bercerai.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bersarak Serasa Hilang, Bercerai Serasa Mati

Minta pucuk pada alu (= menghendaki pucuk alu)
Artinya : Menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat
Artinya :

  1. Suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus
  2. Keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

Seperti puyuh mau yang betina dari yang jantan
Artinya : Isteri yang membanting tulang/bekerja keras sedangkan suaminnya hanya bersenang-senang saja.

Tinggal jangat pembalut tulang
Artinya : Sangat kurus.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Jangan Bagai Babi Merasa Gulai”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *