Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Jangan Sampai Sesat Barat, Sepuluh Kali Diukur, Sekali Dikerat

Arti Peribahasa Jangan Sampai Sesat Barat, Sepuluh Kali Diukur, Sekali Dikerat

Arti Peribahasa Jangan Sampai Sesat Barat, Sepuluh Kali Diukur, Sekali Dikerat

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Jangan Sampai Sesat Barat, Sepuluh Kali Diukur, Sekali Dikerat

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Jangan sampai sesat barat, sepuluh kali diukur, sekali dikerat

Suatu pekerjaan atau perkara hendaklah diperiksa secara teliti mengenai baik buruknya sebelum dikerjakan.

Kesimpulan

Arti peribahasa jangan sampai sesat barat, sepuluh kali diukur, sekali dikerat adalah suatu pekerjaan atau perkara hendaklah diperiksa secara teliti mengenai baik buruknya sebelum dikerjakan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa jangan sampai sesat barat, sepuluh kali diukur, sekali dikerat, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Untung Bagai Untung Kapas

Enggang apa kepada enggang, orang apa kepada orang
Artinya : Memang mudah memerintah orang lain untuk berbuat berbagai hal, tetapi sangat sulit untuk mengerjakannya sendiri.

Bersua alur nya,
Artinya :

  1. Sesuai benar
  2. Cocok

Ikan tergantung, kucing tunggu
Artinya : Berharap untuk memperoleh barang yang diinginkan/diidam-idamkan.

Korek lubang ulat
Artinya : Sengaja mencari perselisihan.

Baunya setahun pelayaran
Artinya : Sangat busuk.

Belum sekuku
Artinya : Sangat sedikit.

Lalang yang terbakar, sicerek menumpang mati
Artinya :

  1. Terlibat dalam urusan orang lain
  2. mendapat kesulitan karena kesalahan orang lain.

Digenggam tiada tiris
Artinya : Sangat hemat dan berhati-hati dalam mengeluarkan/membelanjakan uang.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jatuh Tidak Berkait/berjolok

Sahaja basahan jadi air mandi
Artinya : Orang yang berusaha menutupi kesalahannya, padahal semua orang sudah mengetahuinya.

Pandai minyak air
Artinya : Pandai memainkan kata (mengambil muka, menjilat) untuk mencapai suatu maksud

Adat dipakai baru, pusaka dipakai usang
Artinya : Ilmu akan berguna selama-lamanya, sedangkan harta duniawi akan musnah dimakan waktu.

Lagi Murah, Lagi Menawar Makin Murah, Makin Menawar
Artinya : Makin diberi, makin banyak lagi yang diminta

Harta orang hendak digalas
Artinya : Seseorang yang menginginkan harta milik orang lain.

Bagai lukah, tak penuh air
Artinya : Selalu ingin makan, tidak pernah merasa kenyang.

Lewat di manis, masam, lewat di harum, busuk
Artinya : Hilang yang baik lalu timbul yang jahat.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Yang Dijolok Tiada Jatuh, Penjolok Tinggal Di Atas

Berkering air liur
Artinya : Nasihat yang sia-sia.

Kasih sepantun tulisan pinggan
Artinya : Kasih yang tidak bisa hilang/terlupakan.

Ada beras, taruh dalam padi
Artinya : Rahasia hendaklah disimpan baik-baik

Anjur surut bak bertanam
Artinya : Tipu muslihat dalam melakukan suatu pekerjaan.

Bagai diurap dengan daun katang-katang
Artinya : Sangat marah. (katang-katang = sejenis tumbuh-tumbuhan di tepi laut, getahnya dapat menimbulkan rasa gatal)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Jangan Sampai Sesat Barat, Sepuluh Kali Diukur, Sekali Dikerat”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *