Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Jika Berpuluh-puluh Kali Batang Beralih, Cacing Di Bawah Juga

Arti Peribahasa Jika Berpuluh-puluh Kali Batang Beralih, Cacing Di Bawah Juga

Arti Peribahasa Jika Berpuluh-puluh Kali Batang Beralih, Cacing Di Bawah Juga

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Jika Berpuluh-puluh Kali Batang Beralih, Cacing Di Bawah Juga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Jika berpuluh-puluh kali batang beralih, cacing di bawah juga

Berapa kali pun orang besar/berkuasa datang dan pergi silih berganti, rakyatnya tetap seperti itu juga.

Kesimpulan

Arti peribahasa jika berpuluh-puluh kali batang beralih, cacing di bawah juga adalah berapa kali pun orang besar/berkuasa datang dan pergi silih berganti, rakyatnya tetap seperti itu juga.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa jika berpuluh-puluh kali batang beralih, cacing di bawah juga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Si Buta Baru Melihat

Biar telinga rabit, asal dapat bersubang
Artinya : Biar badan terasa sakit asal menjadi cantik

Bersukat darah, bertimbang daging (dengan)
Artinya : Berperang mati-matian (dengan)

Berkayuh sambil ke hilir
Artinya : Sekali melakukan pekerjaan dua tiga maksud tercapai

Ibarat rumput yang sudah kering, ditimpa hujan segar kembali
Artinya : Orang melarat yang mendapatkan pertolongan.

Manis laksana gula Sarawak
Artinya : Sesuai.

Lembu dogol jangan dibalun
Artinya : Orang yang tidak melawan sebaiknya jangan diusik, karena bisa saja nanti dia melawan dengan bersungguh-sungguh.

Kura-kura kakinya tiada basah
Artinya : Mendapatkan keuntungan tanpa perlu bersusah-payah.

Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut
Artinya : Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.

Bagai serangkak tertimbakan
Artinya : Berjalan miring karena cacat pada tubuhnya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Buntat Hendak Jadi Kemala

Biar putih tulang, jangan putih mata
Artinya : Lebih baik mati daripada mendapat malu

Laksana barang derham, sedia ada suratan Istanbul
Artinya : Pekerjaan mulia yang telah dilakukan/diselesaikan dan mendapatkan pujian istimewa.

Bagai hantu makan dedak
Artinya : Bersungut-sungut (menggerutu) tanpa sebab.

Dimana ranting dipatah, disitu air disauk
Artinya : Hendaklah patuh pada adat dan aturan yang berlaku di tempat yang kita kunjungi/tinggali.

Anjing galak, babi berani
Artinya :

  1. Bertemu lawan yang sepadan
  2. berani sama berani, keras sama keras.

Diuji sama merah, ditahil sama berat
Artinya : Sudah sepadan/setara.

Delapan tapak bayang-bayang
Artinya : Alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari
Artinya : Disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat

Baca Juga :  Arti Peribahasa Melukut Tinggal Sekam Melayang

Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat dikendalikan
Artinya : Orang yang jauh dari negeri tempat asalnya dan bertindak semaunya tanpa mau mendengarkan nasihat dari keluarganya.

Bagai ayam mabuk tahi
Artinya : Pucat pasi dan tidak berdaya karena sakit.

Ada ubi ada talas, ada budi ada balas
Artinya :

  1. Kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan
  2. Barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Jika Berpuluh-puluh Kali Batang Beralih, Cacing Di Bawah Juga”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *