Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kalau Dibalun Sebalun Kuku, Kalau Digumpal Segumpal Tanah

Arti Peribahasa Kalau Dibalun Sebalun Kuku, Kalau Digumpal Segumpal Tanah

Arti Peribahasa Kalau Dibalun Sebalun Kuku, Kalau Digumpal Segumpal Tanah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kalau Dibalun Sebalun Kuku, Kalau Digumpal Segumpal Tanah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kalau dibalun sebalun kuku, kalau digumpal segumpal tanah

Alam rohani yang tidak terbatas.

Kesimpulan

Arti peribahasa kalau dibalun sebalun kuku, kalau digumpal segumpal tanah adalah alam rohani yang tidak terbatas.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kalau dibalun sebalun kuku, kalau digumpal segumpal tanah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Hendak bersunting bunga yang belum diseri kumbang
Artinya : Hendak memperisteri anak gadis/perawan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Manis Jangan Lekas Ditelan, Pahit Jangan Lekas Dimuntahkan

Usang dibarui, lapuk dikajangi
Artinya : Menghidupkan kembali kebiasaan lama yang baik dan sudah dilupakan orang, serta memperbaiki kebiasaan yang kurang baik.

Aku nampak olah, kelibatmu sudah kutahu
Artinya : Karena tingkah laku, maksudnya ketahuan.

Lagak Padang, omong Betawi
Artinya : Sombong, padahal pengetahuannya hanya sedikit.

Tajam lidah daripada pedang
Artinya : Ucapan seseorang dapat lebih menyakitkan dibandingkan dengan tersayat senjata tajam.

Misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang
Artinya : Rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

Berarak ke tebing
Artinya : Melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian

Diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit
Artinya : Serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dahulu Sorak Kemudian Tohok

Kasihkan raja di atas usungan
Artinya : Rasa kasih yang tidak pada tempatnya.

Syariat palu-memalu, hakikat balas-membalas
Artinya : Baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

Dicukur-cukur rambut, tumbuh juga semula
Artinya : Orang yang tabiatnya jahat/buruk, meskipun dinasihati dan dihukum, lambat laun akan berbalik seperti semula (kembali berbuat jahat).

Kalau tak ada angin, masakan pokok bergoyang
Artinya : Segala sesuatu terjadi tentu ada sebabnya.

Umpama air digenggam tiada tiris
Artinya : Hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara

Tak berkain sehelai benang
Artinya : Serba kekurangan/melarat.

Masam bagai nikah tak suka
Artinya : Berduka cita.

Duri di hutan siapa pertajam
Artinya : Kekuasaan Tuhan yang tidak ada batasnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Harum Semerbak Mengandung Mala

Belum tahu di pedas lada
Artinya :

  1. Masih muda sekali
  2. Belum berpengalaman

Jika salah sebatang dicabut, salah serumpun dibongkar, salah separuh dirambah
Artinya : Hukuman haruslah dijatuhkan menurut besar kecilnya kesalahan yang dilakukan.

Memepas dalam belanga
Artinya : Mencari keuntungan dalam lingkungan (keluarga, teman) sendiri

Tiada rotan akar pun jadi
Artinya : Sesuatu yang kurang pantas pun bisa digunakan jika sesuatu yang lebih bagus/baik tidak tersedia.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kalau Dibalun Sebalun Kuku, Kalau Digumpal Segumpal Tanah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *