Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kayu Besar Di Tengah Padang, Tempat Bernaung Kepanasan, Tempat Berlindung Kehujanan, Uratnya Tempat Bersila, Batangnya Tempat Bersandar

Arti Peribahasa Kayu Besar Di Tengah Padang, Tempat Bernaung Kepanasan, Tempat Berlindung Kehujanan, Uratnya Tempat Bersila, Batangnya Tempat Bersandar

Arti Peribahasa Kayu Besar Di Tengah Padang, Tempat Bernaung Kepanasan, Tempat Berlindung Kehujanan, Uratnya Tempat Bersila, Batangnya Tempat Bersandar

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kayu Besar Di Tengah Padang, Tempat Bernaung Kepanasan, Tempat Berlindung Kehujanan, Uratnya Tempat Bersila, Batangnya Tempat Bersandar

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kayu besar di tengah padang, tempat bernaung kepanasan, tempat berlindung kehujanan, uratnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar

Pemimpin yang menjadi tempat bagi rakyat untuk mengadukan nasibnya.

Kesimpulan

Arti peribahasa kayu besar di tengah padang, tempat bernaung kepanasan, tempat berlindung kehujanan, uratnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar adalah pemimpin yang menjadi tempat bagi rakyat untuk mengadukan nasibnya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kayu besar di tengah padang, tempat bernaung kepanasan, tempat berlindung kehujanan, uratnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hendak Panjang Terlalu Patah

Singkat untuk tabuh, panjang untuk gendang
Artinya : Perihal sesuatu yang serba tanggung/tidak cukup.

Khatib lalu khatib mati, bilal lalu bilal mati
Artinya : Tempat yang berbahaya.

Lain yang bengkak, lain yang bernanah, lain yang untut, lain yang mengisut
Artinya : Lain orang yang melakukan kesalahan, lain pula orang yang dituduh.

Seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak
Artinya : Seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah

Sumbing meluaki, retak melampaui tara garis
Artinya : Kesalahan besar

Berdengking si tua memekik, mustahil akan menggigit jema
Artinya : Orang yang terlalu marah sambil berteriak-teriak biasanya tidak sampai menggunakan tangan untuk memukul. (si tua = harimau) (jema = orang)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Telentang Sama Diminum Airnya, Telungkup Sama Termakan Tanah

Jangan bagai orang patah selera, banyak makan
Artinya :

  1. Pura-pura tidak mau, tetapi dalam hatinya sangat suka
  2. munafik. (patah selera = tidak bernafsu makan)

Makan bubur panas-panas
Artinya : Terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

Seperti toman makan anak
Artinya : Orang yang berbuat cabul (sumbang)

Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut
Artinya : Kepandaian atau kemahiran didapat karena rajin berlatih

Kecil-kecil anak harimau
Artinya : Meskipun kecil tetapi berani.

Yang elok rupa, yang elok bahasa
Artinya : Orang yang cantik/rupawan dan baik hati.

Diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru
Artinya : Tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik

Genggam bara api biar sampai jadi arang
Artinya : Melakoni suatu pekerjaan yang susah hendaklah bersabar, sehingga tujuannya tercapai pada akhirnya.

Dapat harta karun
Artinya : Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Kucing Lepas Senja

Alang-alang berdawat biarlah hitam
Artinya : Jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

Yang benar bawa lalu, yang salah bawa surut
Artinya : Petiklah pesan berharga/hikmah dalam setiap peristiwa hidup dan buanglah/lupakanlah hal-hal yang kurang baik.

Ayam berinduk, sirih berjunjung
Artinya : Segala sesuatu yang bersifat lemah harus mendapatkan bantuan dan perlindungan.

Samun berdarah dingin
Artinya : Suatu permasalahan harus diputuskan setelah ada bukti yang sah.

Buntat hendak jadi kemala
Artinya : Tidak tahu diri

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kayu Besar Di Tengah Padang, Tempat Bernaung Kepanasan, Tempat Berlindung Kehujanan, Uratnya Tempat Bersila, Batangnya Tempat Bersandar”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *