Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kayu Buruk Tiada Bercendawan, Lumut Tumbuh

Arti Peribahasa Kayu Buruk Tiada Bercendawan, Lumut Tumbuh

Arti Peribahasa Kayu Buruk Tiada Bercendawan, Lumut Tumbuh

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kayu Buruk Tiada Bercendawan, Lumut Tumbuh

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kayu buruk tiada bercendawan, lumut tumbuh

Orang yang sudah sangat tua dan mudah terkena penyakit.

Kesimpulan

Arti peribahasa kayu buruk tiada bercendawan, lumut tumbuh adalah orang yang sudah sangat tua dan mudah terkena penyakit.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kayu buruk tiada bercendawan, lumut tumbuh, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Hilang di mata di hati jangan
Artinya : Biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Enau Sebatang Dua Sigainya

Ditindih yang berat, dililit yang panjang
Artinya : Tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)

Gula di mulut, ikan dalam belanga
Artinya : Sudah dalam kekuasaan kita

Lepas taufan paksa baik
Artinya : Sehabis kesusahan timbulah kesenangan. (paksa = kesempatan waktu)

Tidak dapat menaruh muka
Artinya : Tidak berani bertemu dengan orang lain karena malu.

Bagai kambing harga dua kupang
Artinya : Tingkah lakunya seperti anak-anak.

Macam timun dengan durian, menggelek luka, kena gelek pun luka
Artinya : Perlawanan/persaingan yang tidak seimbang antara orang kecil/rendahan melawan orang besar/berkuasa.

Aku kalah engkaulah menang
Artinya : Tidak malu untuk mengakui kekalahan.

Menunggu laut kering
Artinya : Pekerjaan yang sia-sia

Mana busuk yang tidak berbau
Artinya : Kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ada Jarum, Hendaklah Ada Benangnya

Jika tidak dipecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu
Artinya : Suatu maksud/tujuan tidak akan pernah tercapai jika tidak mau berusaha/bersusah payah.

Dimana kayu bengkok, disanalah musang meniti
Artinya :

  1. Dimana tempat yang tidak dijaga dengan baik maka disanalah pencuri datang
  2. orang yang lengah akan mendapat bencana
  3. orang yang bodoh akan dengan mudah ditipu.

Orang bini beranak tak boleh disuruh
Artinya : Pekerjaan yang tidak tetap selalu mendatangkan rugi

Retak tanda akan pecah
Artinya : Perkara kecil yang akan menjadi besar jika datang lagi permasalahan-permasalahan yang menyangkut perkara tersebut.

Jembatan emas
Artinya : Jalan untuk mencapai kebahagiaan.

Tanam lalang tak akan tumbuh padi
Artinya : Melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagaimana Hari Takkan Hujan, Katak Betung Dalam Telaga Berteriak Selalu

Lamun ada ubi, ubi, tiada ubi, gadung jadilah
Artinya : Jika terpaksa, barang yang kurang baik pun dapat dipergunakan juga.

Bagai ayam yang terkecundang
Artinya : Sangat ketakutan. (terkecundang = kalah)

Tiada akan licin katak puru walaupun berhujan sekalipun
Artinya : Orang yang buruk rupa, meskipun berpakaian mahal tetap saja terlihat buruk.

Silih berganti bagai ombak di tepi pantai
Artinya : Hidup bagai roda pedati, kadang di bawah kadang di atas, kadang senang kadang susah.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kayu Buruk Tiada Bercendawan, Lumut Tumbuh”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *