Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kayu Dikatakan Batu, Langit Hendak Dicapai Dengan Tangan

Arti Peribahasa Kayu Dikatakan Batu, Langit Hendak Dicapai Dengan Tangan

Arti Peribahasa Kayu Dikatakan Batu, Langit Hendak Dicapai Dengan Tangan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kayu Dikatakan Batu, Langit Hendak Dicapai Dengan Tangan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kayu dikatakan batu, langit hendak dicapai dengan tangan

Orang yang tidak sempurna akal pikirannya/picik.

Kesimpulan

Arti peribahasa kayu dikatakan batu, langit hendak dicapai dengan tangan adalah orang yang tidak sempurna akal pikirannya/picik.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kayu dikatakan batu, langit hendak dicapai dengan tangan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Macam orang biduk
Artinya : Orang yang makan dan minum bersama-sama, tetapi bayar sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ikat Boleh Diubah, Takuk Bagaimana Mengubahnya?

Ditanaknya semua berasnya
Artinya : Semua kepandaiannya/kemampuannya diperlihatkan sekaligus.

Sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu
Artinya : Sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan

Tiada beban batu digalas
Artinya : Mencari kesukaran (kesusahan)

Singkat diulas panjang dikerat
Artinya : Mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

Seiring bertukar jalan, seia bertukar sebut
Artinya : Kedua pihak semaksud dan sepaham, tetapi berlain cara melaksanakannya

Seperti mentimun dengan durian
Artinya : Perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)

Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula?
Artinya :

  1. Raja (orang besar/mulia) yang telah turun derajatnya dan tidak mungkin meraih kembali martabatnya itu
  2. sesuatu yang sudah ditetapkan (undang-undang, keputusan, dsb) dan tidak bisa untuk diubah lagi.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Hitam-hitam Tahi Minyak Dimakan Juga, Putih-putih Hampas Kelapa Dibuang

Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam
Artinya : Tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)

Belayar mengadang pulau
Artinya : Segala perbuatan atau pekerjaan yang akan dilakukan haruslah ada tujuannya. (mengadang = menentang, menuju)

Kelakatu hendak terbang ke langit
Artinya : Menghendaki sesuatu yang mustahil.

Kurus kering seperti bayang, siapa pun tiada menaruh sayang
Artinya : Sangat kurus karena sakit.

Akal sebagai makan nasi lecek
Artinya : Pemikiran yang seperti anak-anak.

Destar habis, kopiah luluh
Artinya : Mengalami kemalangan (bernasib sial) secara terus-menerus.

Bagai getah dibawa ke semak
Artinya : Makin kusut (tentang perkara)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dunia Diadang, Saku-saku Dijahit

Tuak terbeli, tunjang hilang
Artinya : Mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)

Tak tentu kepala ekornya
Artinya : Tak tentu ujung pangkalnya

Dibalun sebalun kuku, dibuka selebar alam
Artinya : Alam rohani yang tak berbatas. (balun = gulung)

Didului bak melanting babi
Artinya : Mendahului dalam melakukan suatu pekerjaan kadang-kadang bisa berhasil baik. (melanting = melempar)

Hujan berpohon, panas berasal
Artinya : Segala hal tentu ada sebabnya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kayu Dikatakan Batu, Langit Hendak Dicapai Dengan Tangan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *