Info Pendidikan Terbaru Peribahasa 2 Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

2 Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi, adat tiada bertukar, rahasia tidak berubah

  1. Hubungan yang sangat karib/erat
  2. tidak dapat diceraikan.

Kesimpulan

Arti peribahasa ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi, adat tiada bertukar, rahasia tidak berubah adalah hubungan yang sangat karib/erat; tidak dapat diceraikan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi, adat tiada bertukar, rahasia tidak berubah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Keluar Tak Mengganjilkan, Masuk Tak Menggenapkan Masuk Tidak Genap, Keluar Tidak Ganjil

Bagai si kudung beroleh cincin
Artinya : Beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya

Selama air hilir, selama gagak hitam
Artinya :

  1. Tetap selama-lamanya
  2. tidak akan berubah.

Rusak badan karena penyakit, rusak bangsa karena laku
Artinya : Orang yang sering mengalami penderitaan.

Takutkan tuma, dibuangkan kain
Artinya : Sayang akan sesuatu yang berharga, tetapi dapat kerugian besar

Bagai kucing dibawakan lidi
Artinya : Sangat ketakutan

Belah dada lihatlah hati
Artinya : Berkata benar/jujur.

Tegak pada yang datang
Artinya :

  1. Tetap pendiriannya
  2. Tetap memegang keadilan (kebenaran)

Bagai padi hendakkan dedak, bagai laki hendakkan gendak
Artinya : Orang yang suka menolak suatu pemberian yang baik dan gemar melakukan pekerjaan buruk/maksiat.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dibenarkan Duduk Di Serambi, Hendak Bermaharajalela Di Tengah Rumah

Suaranya seperti membelah betung
Artinya : Suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)

Bercekak henti, silat terkenang
Artinya : Buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya

Seperti kambing putus tali
Artinya : Lekas/cepat pergi.

Padi sekapuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang
Artinya : Seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

Lapuk-lapuk diganti, usang-usang dibarui
Artinya : Adat atau peraturan yang tidak/kurang baik sebaiknya diganti.

Bagai cembul dapat tutupnya
Artinya : Benar-benar sesuai.

Cekarau besar liang
Artinya : Orang yang besar bualannya (sombong) dan suka membeberkan rahasia orang lain. (cekarau= sejenis tumbuhan di air yang besar lubang batangnya)

Tinggal nadi
Artinya : Sedang sakit parah.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Belum Duduk Sudah Belunjur

Rumah sudah, tukul berbunyi
Artinya : Memajukan keterangan dan sebagainya sesudah perkara diputuskan

Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan
Artinya : Tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya

Ditating bagai minyak penuh
Artinya : Diperlakukan dengan sangat hati-hati.

Tidak dibawa orang sehilir semudik
Artinya : Tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ke Bukit Sama Didaki, Ke Laut Sama Direnangi, Adat Tiada Bertukar, Rahasia Tidak Berubah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

5 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *