Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Ke Hilir Kena Kutuk Sultan, Ke Mudik Kena Kutuk Raja

Arti Peribahasa Ke Hilir Kena Kutuk Sultan, Ke Mudik Kena Kutuk Raja

Arti Peribahasa Ke Hilir Kena Kutuk Sultan, Ke Mudik Kena Kutuk Raja

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Ke Hilir Kena Kutuk Sultan, Ke Mudik Kena Kutuk Raja

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Ke hilir kena kutuk sultan, ke mudik kena kutuk raja

Orang yang serba salah karena telah melanggar perjanjian.

Kesimpulan

Arti peribahasa ke hilir kena kutuk sultan, ke mudik kena kutuk raja adalah orang yang serba salah karena telah melanggar perjanjian.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa ke hilir kena kutuk sultan, ke mudik kena kutuk raja, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berkain Tak Cukup Sebelit Pinggang

Pecah anak buyung, tempayan ada
Artinya : Tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri

Jangan menjadi seperti kacang lupakan kulit atau ulat lupakan daun
Artinya : Janganlah lupa akan asal-usul kita ataupun akan orang yang telah berbudi baik kepada kita.

Gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung
Artinya : Sangat dimuliakan

Laksana kain tiga hasta
Artinya : Serba tanggung/tak cukup.

Tidak dibawa orang sehilir semudik
Artinya : Tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat

Ada persembahan, ada kurnia
Artinya : Perbuatan baik akan dibalas baik.

Mujur sepanjang hari malang sekejap mata
Artinya : Jika malang akan menimpa dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi tidak mendapat

Ingat ranting yang akan melenting, dahan yang akan mencocok, duri yang akan mengait
Artinya : Hendaklah selalu ingat tentang segala bahaya dan rintangan ketika melakukan suatu pekerjaan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tak Jauh Lenggang Dari Ketiak

Dengan kartu terbuka
Artinya : Dengan terus terang.

Dimana bunga kembang, disitu kumbang banyak
Artinya : Dimana ada gadis cantik maka disana pulalah ada pemuda yang berkumpul.

Bagai ayam dimakan tungau
Artinya : Mati tanpa sakit.

Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya
Artinya : Suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya

Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan ditebat diagak
Artinya : Melakukan sesuatu dengan maksud tersembunyi.

Dilihat pulut, ditanak berderai
Artinya : Apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)

Akal singkat, pendapat kurang
Artinya : Orang yang masih sangat sedikit pengalamannya.

Tertimbun dikais, terbenam diselam
Artinya : Suatu hal (perkara) yang tersembunyi, diperiksa dan diselidiki dengan cermat

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Mestika Embun

Kawin naik basuh kaki saja
Artinya :

  1. Menikah tanpa mengeluarkan banyak biaya (atau bahkan tanpa biaya)
  2. seorang pembohong tentu tidak dapat dipercaya.

Di bawah ketiak orang
Artinya : Berada dibawah kekuasaan orang lain.

Mendebik mata parang
Artinya : Menentang orang yang berkuasa

Dengarkan cerita burung, anak dipangku dilepaskan
Artinya : Karena mendengarkan tutur manis dari orang lain, pekerjaan yang sudah dilakoni (mata pencaharian sehari-hari) pun disia-siakan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Ke Hilir Kena Kutuk Sultan, Ke Mudik Kena Kutuk Raja”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *