Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kecil Jangan Di Sangka Anak, Besar Jangan Disangka Bapa

Arti Peribahasa Kecil Jangan Di Sangka Anak, Besar Jangan Disangka Bapa

Arti Peribahasa Kecil Jangan Di Sangka Anak, Besar Jangan Disangka Bapa

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kecil Jangan Di Sangka Anak, Besar Jangan Disangka Bapa

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kecil jangan di sangka anak, besar jangan disangka bapa

Pengetahuan dan kelebihan itu bukan hanya pada orang yang sudah tua saja, tetapi juga pada orang yang masih muda.

Kesimpulan

Arti peribahasa kecil jangan di sangka anak, besar jangan disangka bapa adalah pengetahuan dan kelebihan itu bukan hanya pada orang yang sudah tua saja, tetapi juga pada orang yang masih muda.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kecil jangan di sangka anak, besar jangan disangka bapa, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ibarat Beban, Belum Lepas Daripada Bahu

Diapit tidak bersanggit, ditambat tidak bertali
Artinya :

  1. Isteri yang tidak dipelihara/dijaga oleh suaminya, tetapi juga tidak diceraikan
  2. seorang isteri yang hidup diluar nikah. (sanggit = geser, gosok)

Hilang sepuh tampak senam
Artinya :

  1. Tampak kejahatannya
  2. Terbuka kedoknya

Dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk
Artinya : Perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya

Angan-angan menerawang langit
Artinya : Selalu mencita-citakan segala hal yang tinggi.

Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau
Artinya : Segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

Kain ditangkap maka duduk
Artinya : Kemiskinan yang teramat sangat.

Bagai pelita kehabisan minyak
Artinya : Tidak berseri-seri lagi

Menjunjung sangkak ayam
Artinya : Mendapat malu besar

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ditelan Tak Sengkang

Sebagai sadur menimbulkan senam
Artinya : Kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yang sebenarnya

Bagaimana pohon tiada akan tumbang dipanah halilintar, baluhan kulit ada di batangnya
Artinya : Orang yang berteman dengan orang jahat pada akhirnya juga akan ikut terlibat dalam kejahatan. (baluhan = batang yang sudah berlubang)

Selama gagak hitam, selama air hilir
Artinya : Selama-lamanya

Galas terdorong kepada Cina
Artinya : Sesuatu yang sudah terlanjur (tidak dapat dicabut kembali)

Bukan budak makan pisang
Artinya : Bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
Artinya : Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya
Artinya : Kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya

Walau sungai mengalir ke laut, laut tiada akan bertambah
Artinya : Pemberian orang miskin kepada orang kaya tidak akan terasa/memberikan perubahan bagi mereka.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kelalaian Menjemput Pencuri

Lubuk akal lautan ilmu
Artinya : Sangat luas dan banyak pengetahuannya

Seperti gajah masuk kampung
Artinya : Orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah

Orang berdendang di pentasnya, orang beraja di hatinya
Artinya : Menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

Padi masak, jagung mengupih
Artinya : Keuntungan yang diperoleh dengan berlipat ganda

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kecil Jangan Di Sangka Anak, Besar Jangan Disangka Bapa”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *